Indramayu – Javanewsonline.co.id | Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat, ribuan warga memadati Lapangan Sepak Bola Bima Seraya, Blok Carik, Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 30 Oktober 2025.

Mereka datang untuk menghadiri acara “Lombang Bersholawat”, sebuah kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Lombang bekerja sama dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Darurruhama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional 2025.

Sejak sore, masyarakat dari berbagai wilayah sekitar mulai berdatangan. Lantunan sholawat menggema, menciptakan suasana religius yang menyentuh hati. Tak hanya warga desa, sejumlah tokoh agama, pemuda, dan pelajar juga turut hadir menyemarakkan acara yang telah menjadi agenda tahunan ini.

Sebagai pembuka, penampilan marching band dari siswa-siswi SMP PGRI Juntinyuat berhasil memukau penonton. Iringan musik dan gerak barisan yang kompak mengundang tepuk tangan meriah, menambah kemeriahan sebelum acara inti dimulai.

Ketua panitia kegiatan, Ustad Bassrudin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan acara yang berlangsung aman dan tertib. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat Desa Lombang.


“Ribuan pasang mata terfokus pada penampilan Gus Aldi yang melantunkan sholawat Nabi. Suasana menjadi haru dan penuh kekhusyukan. Inilah bukti bahwa masyarakat Lombang sangat mencintai Rasulullah,” ujar Bassrudin.

Acara kemudian berlanjut dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Abdul Wahab Dasuki Adnan dari Jakarta. Dalam tausiyahnya, ia mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat modern yang semakin kompleks.


“Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperbarui keimanan dan meneguhkan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Usai ceramah, KH. Mujahidin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Lombang, memimpin doa bersama. Suasana hening menyelimuti lapangan saat ribuan jamaah menundukkan kepala, memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT dan harapan untuk keberkahan bagi desa mereka.

Kepala Desa Lombang, H. Pandi, dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme warganya dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan keagamaan seperti “Lombang Bersholawat” dapat terus menjadi tradisi yang memperkuat persaudaraan dan memperkokoh nilai-nilai religius di tengah masyarakat.


“Ini adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah dan rasa syukur kepada Allah SWT. Sekaligus menjadi cara kita memperingati Hari Santri Nasional yang sarat makna,” ujar Pandi.

Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini tak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menjadi ruang pembinaan moral dan spiritual, terutama bagi generasi muda Lombang.

“Lombang Bersholawat” pun ditutup dengan gema sholawat bersama yang dipimpin para ulama dan tokoh masyarakat. Langit malam Juntinyuat menjadi saksi kebersamaan warga Desa Lombang yang berbaur dalam satu suara  menyanjung Rasulullah dan meneguhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

Dengan semangat religius yang tetap menyala, masyarakat berharap kegiatan ini akan terus berlangsung setiap tahun, menjadi warisan spiritual sekaligus perekat sosial bagi warga Indramayu.  (Agus R)