Depok —Javanewsonlie.co.id | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026) pagi. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkuat semangat kebangsaan serta menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, baik kepada seluruh jajaran petugas maupun warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menghadiri langsung upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat kota yang dipusatkan di Balaikota Depok. Upacara di Balaikota tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok dan jajaran instansi vertikal lainnya.
Sementara itu, jalannya upacara di lingkungan Rutan Kelas I Depok berlangsung dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Bogi Nurseto. Sedangkan Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan, Michael Millendiannuary Rahardjo, bertugas sebagai Komandan Upacara.
Upacara ini diikuti oleh pejabat manajerial, staf pegawai, serta perwakilan warga binaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan kembali pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui amanat tersebut, seluruh elemen bangsa juga diajak untuk memastikan setiap kebijakan publik yang lahir senantiasa berlandaskan pada keadilan sosial, kemanusiaan, persatuan, serta semangat gotong royong. Nilai-nilai ini dinilai menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan integritas dalam bekerja.
“Semangat Pancasila ini perlu kita wujudkan secara nyata melalui pemberian pelayanan yang profesional, humanis, dan senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat serta pembinaan warga binaan,” ujar Agung menutup keterangannya. (P. Simangunsong).

