Madiun – Javanewsonline.co.id | Kabupaten Madiun berupaya meningkatkan infrastruktur dengan trotoar sepanjang jalan di sekitar kantor pemerintah kabupaten. Namun, dibalik kemajuan tersebut, terdapat kontrast nyata dalam kualitas air minum, terutama di Desa Wungu, Kecamatan Wungu, yang mengalami dampak kesehatan serius seperti stunting akibat air minum yang kotor dan tidak layak dari PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun.
Pada Senin (6/12), Pemerintah Kabupaten Madiun meluncurkan produk air minum dalam kemasan bernama Yoiki melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun. Produk ini diumumkan sebagai solusi yang aman dan berkualitas tinggi untuk masalah air minum di wilayah tersebut.
Bupati Madiun, seperti yang dilaporkan madiunkab.go.id, menjelaskan bahwa proses produksi air minum Yoiki sangat teliti untuk menjamin kualitas dan keselamatan konsumen. “Hari ini kita launching untuk semuanya, tidak hanya untuk pemerintah, perumda, tetapi juga untuk masyarakat,” ujar Bupati Madiun.
Di Desa Wungu, Kecamatan Wungu, kondisi air minum dari PDAM Tirta Dharma Purabaya sangat memprihatinkan. Investigasi media menunjukkan bahwa air yang didistribusikan sangat kotor dan tidak memenuhi standar layak konsumsi.
Toha, kepala desa Wungu, mengungkapkan bahwa tingginya angka stunting di desa tersebut terkait dengan konsumsi air minum dari PDAM Madiun yang sangat buruk. “Angka stunting warga masyarakat di sini sangat tinggi, salah satunya karena mengkonsumsi air yang di kelola PDAM kabupaten Madiun. Airnya sangat kotor,” ungkap Toha pada Rabu (29/11).
Meskipun telah ada upaya dari pemerintah desa, kecamatan, PDAM, dan puskesmas untuk mengatasi masalah ini, belum ada perubahan yang signifikan. Air PDAM di Desa Wungu tetap kotor dan berbahaya.
Rohman, atau biasa dikenal Udin, dari LSM Garis Pakem Mandiri, menduga adanya ketidaklaziman pada PDAM Tirta Dharma Purabaya dan menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Madiun mengambil sikap bijak untuk kepentingan warga Desa Wungu. Sampai berita ini tayang, pihak PDAM belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait masalah ini. (YW)

