Surabaya – Javanewsonline.co.id | Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti tingginya kasus bunuh diri di provinsinya. Berdasarkan data Pusat Kriminal Nasional (Pusiknas) Polri, jumlah kasus bunuh diri di Jatim selama Januari-Mei 2023 mencapai 82 kasus, tertinggi kedua setelah Jawa Tengah.
“Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” kata Khofifah di Surabaya, Minggu (10/9/2023).
Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan bunuh diri. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan ketahanan keluarga dan kepedulian antar sesama.
“Mari tingkatkan kepedulian kepada saudara-saudara di lingkungan sekitar kita jika menunjukkan gejala depresi dan membantu mereka untuk segera mendapatkan pertolongan,” kata Khofifah.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesehatan mental. Menurut dia, gangguan kesehatan mental merupakan salah satu faktor utama kasus bunuh diri.
“Perlu adanya sosialisasi ke masyarakat, bisa melalui tingkat Kelurahan/RW/RT hingga lembaga pendidikan, untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki pikiran terbuka terhadap kesehatan mental,” kata Khofifah.
Khofifah juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan bunuh diri. Menurutnya, keluarga dapat berperan dengan saling membina hubungan, memberi perhatian penuh, mendengarkan cerita, dan menghargai perasaan antar anggota keluarga.
“Keluarga sangat menentukan proses tumbuh kembang psikologis anggota keluarganya. Keluarga menjadi faktor penting ketahanan kesehatan jiwa. Sehingga keluarga merupakan pendukung utama dalam upaya pencegahan bunuh diri,” kata Khofifah. (Bowo)

