Kisah seorang kepala desa di Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, telah menjadi sorotan masyarakat. Husain, kepala desa tersebut, seharusnya bertugas untuk menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan pembangunan, membina kemasyarakatan, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa. Namun, ia telah mempertontonkan sikap yang kontroversial dengan mengaku sebagai wartawan dan pengurus LSM, menganggapnya sebagai tameng untuk dirinya sebagai kepala desa.
Setiap kali ada teman jurnalis yang berkunjung ke kantor Desa Tamalate, Husain dengan bangga mengklaim dirinya sebagai wartawan dan pengurus LSM. Namun, sayangnya, ia jarang ada di kantornya dan dikenal suka berbohong.
Muzakkir Dahlan, salah seorang sumber, memberikan komentar pada tanggal 13 Oktober 2023, “Kepala Desa Tamalate, Husain, sebagai kepala desa, dia seharusnya memberikan contoh yang baik kepada siapapun. Namun, sikapnya yang sering berperan ganda sebagai wartawan dan pengurus LSM, serta kecenderungannya berbohong, telah menimbulkan keraguan dalam menjalankan tugas pemerintahan desanya.” Katanya.
Kepala Desa Tamalate, Husain, ketika dihubungi oleh Javanewsonline.co.id, mengonfirmasi perannya sebagai kepala desa dan mengaku sebagai wartawan Media Dimensi TV Makassar serta pengurus LSM GMBI. Namun, ketika ditanya tentang fungsi dan tugas konkret wartawan dan pengurus LSM, Husain memilih untuk tidak menjawab dan secara tiba-tiba mematikan telepon selulernya.
Kisah Husain memunculkan pertanyaan tentang integritas kepala desa dalam menjalankan tugas pemerintahan dan sejauh mana peran gandanya sebagai wartawan dan pengurus LSM dapat mempengaruhi kinerja pemerintahan desa tersebut. Semua ini adalah sebuah cerminan dari tantangan yang mungkin dihadapi oleh pemerintahan desa di era modern yang kompleks dan beragam ini. (Muhammad Rusli/Mansur)

