Donggala – Javanewsonline.co.id  |  Sebuah kisah sukses meniti langkah demi langkah terwujudnya masyarakat sehat, nyaman, dan berkualitas terus menghiasi Kelurahan Labuan Bajo. Menyelenggarakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi strategi utama Pemerintah Kelurahan Labuan Bajo dalam menjalankan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menurunkan angka stunting pada tahun 2023.

Kepala Kelurahan Labuan Bajo, Irfan, S. Sos, dengan penuh semangat menyampaikan bahwa kegiatan Posyandu bukan hanya menjadi agenda rutin nasional, melainkan sebuah bukti nyata komitmen pemerintah setempat. Kolaborasi erat antara kelurahan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banawa, dan kader pendamping keluarga menjadi fondasi kuat dalam upaya ini.

“Posyandu menjadi ujung tombak pembangunan kualitas masyarakat di Labuan Bajo, terutama dalam menanggulangi angka stunting,” ungkap Irfan dengan senyum penuh harap di kantornya.

Terimakasih kepada para kader yang tanpa henti menjadi garda terdepan pembangunan kesehatan masyarakat, terutama dalam pelaksanaan Posyandu yang rutin dilaksanakan. Irfan juga memaparkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan penyuluhan kesehatan, tetapi juga melibatkan pemberian makanan tambahan selama tiga bulan, dengan puncaknya pada bulan November.

Labuan Bajo berhasil mengeksekusi Posyandu di dua lokasi strategis, di RT 001/RW 003 jalan tanjakan tanjung karang, dan di RT 003/RW 001 di kantor kelurahan. Keberhasilan Posyandu ini, menurut Irfan, tidak hanya terukur dari angka statistik semata, melainkan juga dari dampak positifnya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Posyandu, sebuah wahana pemeliharaan kesehatan, menjadi sarana pemberdayaan masyarakat. Tujuan mulia Posyandu meliputi mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi, memperkenalkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan dan keluarga berencana.

“Pentingnya Posyandu tidak hanya terletak pada angka kematian bayi dan ibu hamil, tetapi juga pada pembudayaan perilaku hidup sehat dan peran serta aktif masyarakat dalam upaya kesehatan dan perencanaan keluarga,” jelas Irfan sambil menunjukkan tekadnya.

Selain memberikan penyuluhan, Posyandu Ibu-Balita di Labuan Bajo juga melibatkan pengukuran lingkar kepala, tinggi/panjang badan, berat badan, dan pemberian vitamin. Semua langkah ini diarahkan untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

Irfan, dengan penuh harapan, berpesan agar upaya-upaya ini dapat meraih kesuksesan, dan angka stunting di Kabupaten Donggala dapat menurun seiring dengan perjuangan bersama. Percepatan penurunan stunting pada balita bukan hanya menjadi prioritas pemerintah lokal, tetapi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Kisah Posyandu di Labuan Bajo terus memberikan inspirasi bahwa dengan kolaborasi yang kokoh dan semangat yang tinggi, perubahan nyata di masyarakat bukanlah impian belaka, melainkan tujuan yang dapat tercapai. (Sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.