Kuningan – Javanewsonline.co.id |
Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dalam penggunaan dana Bos diduga tidak sesuai dengan kriteria asnaf.

Informasi yang diterima dan dihimpun Java News belum lama ini mendapatkan bahwa sejumlah Kepala SD dan SMP dalam penyerapan dana Bos diduga lebih dominan mengerjakan administrasi atau pembukuan keuangan yang tertata rapi, karena menurut mereka, administrasi akan diperiksa baik oleh inspektorat maupun lembaga lainnya sebagai pemeriksa.

Karena bantuan dana Bos sedang disorot oleh rekan – rekan media, Java News mencoba meminta pendapat dari salah seorang wartawan senior bernama Anton Sunanton.

Menurutnya, sejumlah sekolah baik SD maupun SMP dalam implementasi dana Bos masih ada yang tidak mengindahkan unsur yang terdapat dalam sejumlah Asnaf.

Menurut Anton, sejumlah sekolah yang ia kunjungi ada yang tidak memperbaiki kerusakan ringan.

“Kepada rekan-rekan mitra kerja, baik Kepala SD dan SMP, maaf saya bukan intervensi terhadap penggunaan dana Bos, sebab dalam petunjuk, bahwa Pers dan LSM harus dilibatkan dalam memantau penggunaan dana bantuan tersebut,” ujar Anton.

Untuk mengetahui sampai sejauh mana pembinaan pihak Disdikbud Kab Kuningan terhadap sekolah, awak media mencoba konfirmasi ke Kadisdikbud Drs H Uca Somantri MSi, pada Kamis (4/5). Tapi yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas dilapangan, sehingga awak media tidak dapat memperoleh jawaban tentang penggunaan dana Bos tersebut. (Otong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.