Jepara – Javanewsonline.co.id |
Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), setelah dihari sebelumnya melakukan upacara dan pameran, serta gelar seni budaya pentas kreatif siswa, kolaborasi antara Disdikpora dan Kemenag selama 2 hari, puncaknya dilebur dengan tasyakuran dan halal bihalal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor PGRI Kelurahan Demaan Jepara, Jumat (5/5).

“Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar” menjadi Tema dalam Peringatan Hardiknas Tahun 2023, kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Jepara.

Kadisdik Jepara Agus Tri Harjono menerangkan, bahwa tasyakuran adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan berkah yang dilimpahkan kepada dunia pendidikan, sebab pendidikan adalah milik bersama, yaitu dinas pendidikan dan Kemenag. Ibarat satu keluarga, yaitu kakak beradik, melalui dunia pendidikan, bersama sama membentuk karakter bangsa.

“Hari Pendidikan Nasional merupakan hari besar, di hari pendidikan nasional ini kita bisa mengekspresikan dan mengevaluasi karya kita yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dan ini adalah upaya untuk menggelorakan dan memberikan semangat, serta motivasi kepada masyarakat. Jepara sebenarnya juga punya potensi untuk memberikan pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan untuk tidak meragukan belajar di Jepara, karena di Jepara ini baik pelajar maupun pengajar sama sama mempunyai potensi, tapi masih banyak dari masyarakat yang belum percaya diri. Jadi masih banyak masyarakat yang menyekolahkan anak didik mereka keluar kota.

“Pondok pesantren para pengajar nya banyak yang mempunyai potensi, tapi kenapa harus pergi keluar kota. Dan anak anak kita ini kadang rasa percaya dirinya kurang, kalau tidak sekarang kapan lagi,” ucapnya.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya pendidikan yang formal saja, di rumahpun juga ada pendidikan keluarga. Dan sepertinya masyarakat yang lain juga akan melakukan hal ini. “Jadi jangan sungkan dan ragu dengan pendidikan yang ada di Jepara ini. Intinya adalah kepercayaan masyarakat,” pungkas Agus Tri.

Ditempat yang sama, Ali Hidayat Sekretaris Dinas Pendidikan menambahkan, saat ini pihaknya sudah dapat melaksanakan kegiatan Hardiknas, setelah sekian tahun terkendala dengan adanya pandemi covid 19, walaupun masih tetap dibatasi.

Pada kegiatan Hardiknas, Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Kementerian Agama, mulai dari Sekolah Paud, TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA dan SMK bergerak Rukun guyub.

Sesuai arahan bupati, agar anak sekolah harus dilayani dan tidak boleh ada kekerasan dalam dunia pendidikan. “Kami mendalami dengan membuat komitmen dilingkungan sekolah dengan 5 Anti, Anti Intoleransi, Anti Bulying (perundungan, Kekerasan), Anti Pelecehan Seksual (pernikahan dini), Anti KKN (Pungli) dan Anti Narkotika dan Zat Adiktif,” pungkas Ali Hidayat.

Kegiatan dihadiri oleh Sekda Jepara Edy Sujatmiko mewakili Pj Bupati Edy Supriyanta yang berhalangan hadir, Kepala Kemenag Kab Jepara, Kadisdikpora, perwakilan para guru mulai tingkat Paud hingga SMK se Jepara. @once

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.