Gowa – Javanewsonline.co.id | 5 Januari 2025 | Kabupaten Gowa berhasil meraih peringkat kedua dalam penilaian Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil kajian dan penilaian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) tahun 2024. Kabupaten Gowa memperoleh skor 90,79, hanya terpaut sedikit dengan Kabupaten Maros yang berada di posisi pertama dengan skor 90,94. Pencapaian ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah ini, mengingat pentingnya literasi dalam mendorong kemajuan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa, Suhriati, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Ia menjelaskan bahwa penilaian ini didasarkan pada sejumlah indikator, baik kuantitatif maupun kualitatif. Beberapa indikator kuantitatif yang dinilai meliputi jumlah perpustakaan umum dan sekolah, jumlah pengunjung per bulan atau per tahun, serta jumlah buku yang dipinjam. Sedangkan indikator kualitatif berfokus pada kualitas perpustakaan itu sendiri, termasuk ketersediaan ruang, koleksi buku, teknologi, program membaca, kerjasama dengan instansi terkait, serta kualitas layanan perpustakaan dan kesadaran masyarakat.
“Penilaian ini melibatkan berbagai metode seperti survei, wawancara dengan pengelola perpustakaan dan masyarakat, observasi langsung, analisis data statistik, serta studi kasus. Hasilnya, frekuensi membaca masyarakat di Gowa tercatat 5-6 kali per minggu dengan durasi membaca 1-2 jam setiap harinya,” kata Suhriati saat ditemui pada Jumat (3/1).
Bagi Suhriati, pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat di Kabupaten Gowa. Ia mengungkapkan bahwa upaya tersebut semakin didorong dengan adanya pembangunan Perpustakaan Kabupaten Gowa yang difasilitasi oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni. Salah satu inovasi yang diusung adalah kebijakan untuk mendorong sekolah-sekolah di Gowa agar mengalokasikan satu hari penuh untuk kegiatan belajar di perpustakaan.
Suhriati menambahkan bahwa pengukuran tingkat kegemaran membaca masyarakat akan dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan dan mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan Kabupaten Gowa dapat terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas literasi serta budaya membaca di kalangan masyarakat.
“Pengukuran secara berkala ini akan menjadi dasar bagi kami untuk terus berupaya memperbaiki layanan perpustakaan dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam membaca,” kata Suhriati, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa.
Pencapaian ini juga menjadi refleksi positif atas upaya Pemkab Gowa dalam memajukan sektor literasi dan pendidikan, yang diyakini akan berdampak signifikan pada perkembangan sumber daya manusia di daerah ini. (Syaripuddin)

