Karimun – Javanewsonline.co.id | Dewan Pimpinan Daerah Komisi Pengawasan Korupsi Tindak Pidana Korupsi (DPD KPK Tipikor) Kabupaten Karimun menyoroti kondisi tiga pulau di Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang merupakan bekas wilayah operasi penambangan PT Bukit Merah Indah (PT BMI). Ketiga pulau tersebut Pulau Kas, Pulau Propos, dan Pulau Ngal diduga belum direklamasi meski aktivitas penambangan telah berhenti lebih dari satu dekade.

Kabupaten Karimun, Ibrahim
PT BMI diketahui beroperasi sejak 2007 hingga 12 Januari 2014, dan berhenti setelah diberlakukannya Undang-Undang Minerba Nomor 4 Tahun 2009 yang mewajibkan pemurnian mineral sebelum ekspor dalam jangka waktu lima tahun sejak undang-undang tersebut disahkan.
“Kami sangat menyayangkan, sejak berhenti beroperasi pada 2014, belum terlihat adanya tanda-tanda reklamasi pasca-tambang. Dari citra satelit, ketiga pulau itu masih tampak gundul,” ujar Kepala Divisi Investigasi DPD KPK Tipikor Karimun, Ibrahim, Minggu (6/12/2025).
Ibrahim menegaskan agar pemerintah pusat maupun daerah tidak memberikan izin atau rekomendasi pertambangan kepada perusahaan tersebut di lokasi lain sebelum kewajiban pasca-tambang diselesaikan. Ia juga mendesak Gubernur Kepulauan Riau dan Bupati Karimun untuk memperjuangkan pengembalian Dana Jaminan Pemeliharaan Lingkungan (DJPL) serta dana pasca-tambang yang telah disetor ke pemerintah pusat.

“Informasi yang kami terima, total dana DJPL dan pasca-tambang yang disetor mencapai sekitar Rp10 miliar. Kami minta dana itu diperjuangkan agar bisa kembali ke daerah dan digunakan untuk mereklamasi ketiga pulau tersebut,” kata Ibrahim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BMI belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Sementara itu, seorang warga Sanglar berinisial A yang diwawancarai berharap agar perusahaan bertanggung jawab atas kondisi lingkungan pasca penambangan. “Sebagai warga yang tinggal di ring 1, kami sangat berharap PT BMI melaksanakan kewajiban reklamasi sesuai aturan, bukan justru pergi tanpa jejak dan meninggalkan pulau kami dalam keadaan gundul sampai sekarang,” ujarnya. (Hn)

