Serang – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen membuka ruang dialog publik demi memajukan pendidikan. Pada Senin (8/6/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Banten bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., menerima audiensi dari Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (BEM Untirta) di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Dalam pertemuan strategis tersebut, BEM Untirta menyampaikan gagasan kritis terkait tiga isu krusial pendidikan di Banten. Pertama, implementasi program sekolah gratis SMA/SMK/SKh negeri agar lebih merata, transparan, dan bebas pungutan liar. Kedua, peningkatan kesejahteraan guru, terutama standarisasi upah guru honorer di pelosok. Ketiga, langkah konkret untuk menekan angka putus sekolah akibat faktor ekonomi dan zonasi.

Kepala Kesbangpol Banten, Novriyadi Purwansyah, merespons cepat dan mengapresiasi langkah dialogis mahasiswa. Ia menegaskan bahwa ketiga isu tersebut merupakan fokus utama pemerintah saat ini.

“Kehadiran adik-adik BEM Untirta adalah vitamin bagi kami. Isu sekolah gratis, kesejahteraan guru, dan angka putus sekolah memang menjadi concern utama,” ujar Novriyadi.

Pemprov Banten berkomitmen terus mengevaluasi sistem pengawasan sekolah gratis, mengintegrasikan data anak putus sekolah, serta menyesuaikan ruang fiskal daerah demi kesejahteraan guru. Audiensi ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan mahasiswa dalam membangun pendidikan Banten yang bermutu. (Adv)