Sidoarjo – Javanewsonline.co.id | Diskusi dan ngobrol bareng, dalam nuansa keakraban yang di adakan oleh AJS Perjuangan, di cafe Datuk Pager Wojo Sidoarjo, memberikan nuansa pencerahan dalam menjemput resesi dunia yang diperkirakan terjadi pada tahun 2023.

Dalam diskusi tersebut, langkah langkah untuk bisa exis, dikala progres resesi itu sudah berjalan. Sebagai insan Pers yang bergelut dalam mencari dan menyampaikan berita untuk masyarakat, setidaknya bisa menjadi bekal kedepannya.

Pengurus dan anggota saling shearing agar bisa memberikan masukkan buat organisasi AJS, yang diadakan pada Kamis (23/12).

Organisasi AJS perjuangan ini lahir dari rasa yang menganut pada prinsip-prinsip dan aturan-aturan yang berlaku, karena sebagai insan Pers yang taat aturan dan Undang Undang, maka perlu menjadi pedoman, sebagai tolak ukur untuk melangkah kedepan.

Disela sela diskusi, Ketua AJS Perjuangan Agus Susilo menjawab, resesi yang akan dilalui harus disiapkan.

“Organisasi Pers kedepan, yang harus di siapkan adalah program program yang berkelanjutan, agar bisa terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengawal pembangunan,” ujarnya.

Bukan hanya sinergi, sambungnya, namun sebagai kontrol sosial, perlu ada kisi-kisi penyampaian, untuk perbaikan-perbaikan yang positif.

“Prinsip AJS Perjuangan ada karena anda, AJS Perjuangan hadir untuk kesejahteraan kita semua. Alhamdulillah akhirnya selama ini saya hanya bisa diam, namun sampai sekarang ini Ketua AJS Perjuangan masih saya, dengan santai penuh semangat,” ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa dukungan rekan-rekan hari ini, sangat berarti untuk terus berkarya dan berkiprah disektor wilayah Kabupaten Sidoarjo, sederhana namun membawa energi positif.

Diskusi sekaligus rembuk bareng AJS Perjuangan, adalah belajar bareng di akhir tahun 2022 ini, penutup manis sebuah perjalanan yang perlu di analisa dan di evaluasi.

Ia berharap, AJS Perjuangan tumbuh dan berkembang sesuai tupoksi, sebagai organisasi kewartawanan. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.