Kota Serang – Javanewsonline.co.id | Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun 2022 ini tengah menggenjot berbagai pembangunan infrastruktur.

Salah satu pembangunan yang menjadi prioritas yaitu pekerjaan kontruksi rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I).

Saat ini PUPR Provinsi Banten sedang melaksanakan rehabilitasi jaringan irigasi empat D.I di Kabupaten Lebak.

Pertama, konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi D.I Cibanten dengan anggaran sebesar Rp 1.937.956.000 dan waktu pekerjaan 120 hari kalender.

Kedua, konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi D.I Cikoncang dengan anggaran sebesar Rp 9.778.919.000, waktu pekerjaan 200 hari kalender.

Ketiga, konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi D.I Cilangkahan dengan anggaran Rp 9.780.895.000, target pekerjaan 200 hari kalender.

Keempat, konstruksi rehabilitas jaringan irigasi D.I Cibinuangeun dengan anggaran Rp 7.501.645.000, waktu pengerjaan 20 hari kalender.

Adapun sumber anggaran pembangunan tersebut berasal dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2022. Pekerjaan konstruksi tersebut ditarget rampung akhir tahun 2022.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Alan Marzan, ST., MT mengatakan, saat ini pekerjaan konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi empat D.I tersebut menunjukkan progres positif.

“Alhamdulillah, semuanya on progress, rata-rata sudah mencapai 30 persen untuk fisiknya. Tentu kami berharap pekerjaan ini selesai tepat waktu sesuai kontrak yakni akhir tahun 2022,” kata Arlan, Rabu (21/9/2022).

Arlan menjelaskan, konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi D.I tersebut penting dilakukan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air di area persawahan daerah sekitar.

“Daerah Irigasi ini juga sedikit banyak berkontribusi terhadap penanggulangan banjir, karena ada di beberapa titik itu melewati permukiman warga,” ucap Arlan.

Lebih jauh Arlan menjelaskan, bahwa pekerjaan konstruksi tersebut sebagai salah satu dukungan terhadap

program prioritas pembangunan bidang ketahanan pangan sesuai arahan Pj Gubernur dalam menekan angka Stunting dan Gizi Buruk di Provinsi Banten.

Dimana salah satu unsur penting dalam pembangunan ketahanan pangan adalah ketersediaan infrastruktur sumber daya air yang menjadi tugas dan fungsi Dinas PUPR Provinsi Banten.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Dinas PUPR Banten, Regent ST, M.Si mengatakan, pada tahun 2022 pihaknya melaksanakan kegiatan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada D.I yang luasnya 1.000 hektare sampai 3.000 hektare dan D.I di kabupaten/kota.

Adapun empat D.I yang saat ini dalam proses pengerjaan tersebut dimulai sejak 25 Mei 2022 yang tersebar di wilayah kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kota Serang.

“Untuk D.I Cibanten ditarget selesai November. Sementara tiga lainnya targetnya Desember,” ucap Regent.

Anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi D.I pada tahun 2022 sekitar Rp 30 miliar.

Menurut Regent, hal yang kemungkinan menjadi kendala dan perlu diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi tersebut adalah faktor cuaca.

“Karena indikasi akhir tahun ini masuk musim penghujan. Kemudian juga kinerja dari sisi pelaksanaan tentu akan kami kawal terus sesuai dengan ketentuan. Jika ada kemungkinan deviasi atau keterlambatan, kita akan laksanakan SCM (Show Cause Meeting) untuk memastikan dan mencari solusi atas kendala yang ada. Sesuai arahan pimpinan, selain memastikan tepat waktu, tepat mutu adalah mutlak. Tidak boleh ada main-main dalam pekerjaan, kesesuaian spesifikasi adalah wajib,” punkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.