Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Fenomena ribuan ikan mati di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, pada Jumat (14/11/2025) diduga terkait dengan pembuangan limbah dari kanal perusahaan pulp dan kertas PT Asia Pacific Rayon (APR) dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), anak perusahaan APRIL Group.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan mengeluarkan keterangan resmi pada Rabu (24/12/2025) terkait dugaan pelanggaran lingkungan oleh perusahaan tersebut. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, DLH menemukan beberapa ketidaksesuaian yang berpotensi menurunkan daya dukung Sungai Kampar, antara lain:

  1. Terjadi pencampuran kanal effluent antara PT APR dan PT RAPP.
  2. Adanya kegiatan penimbangan kayu yang belum tercatat dalam dokumen lingkungan, menghasilkan limbah air hitam pekat yang dibuang langsung ke lingkungan.
  3. Limpasan air steam trap dari pipa boiler PT RAPP dibuang tanpa pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
  4. Pembuangan air limpasan pipa boiler ke Kanal PT IIS Kebun Buatan, yang bermuara ke Sungai Kampar, juga tidak melalui pengolahan IPAL.

Hasil uji laboratorium internasional PT Mutuagung Lestari Tbk menunjukkan sebagian sampel air limbah berwarna sedikit kuning, banyak partikel, berbau, dan dikemas dalam jerigen plastik dengan volume ±3.000 mL. Sampel diambil dari outlet IPAL APR dan RAPP pada 17 November 2025, tiga hari setelah kejadian kematian ikan.

Eko Novitra, Kepala DLH Kabupaten Pelalawan, menyatakan dari delapan sampel yang diuji – enam sampel air permukaan dan dua sampel air limbah – beberapa parameternya berada di bawah baku mutu, termasuk COD, BOD, klorin, dan amonia. “Ada beberapa yang di bawah baku mutu, dan oksigen terlarut (DO) di beberapa titik masih rendah. Tindak lanjutnya kami minta dari kementerian,” ujar Eko.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait dampak limbah industri terhadap ekosistem sungai dan kesehatan lingkungan. DLH Kabupaten Pelalawan menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan perusahaan mematuhi aturan pengelolaan limbah dan memperbaiki saluran pembuangan agar Sungai Kampar kembali aman bagi ekosistem dan masyarakat. (Erizal)