Karimun Kepri – Javanewsonline.co.id | Debu Blasting PT Saipem menjadi ancaman dan perlahan dapat meracuni kesehatan warga sekitar. Pasalnya, sejak beroperasi atau berproduksi sejak tahun 2013, warga Kampung Ambat Jaya, RT.02/RW.03, desa Pangke Barat, kecamatan Meral Barat, kabupaten Karimun sangat merasa terganggu oleh debu pasir blasting yang diduga sudah terkontaminasi dengan karatan besi bertebaran masuk ke area pemukiman warga saat aktifitas Blasting PT Saipem berlangsung

Tidak hanya itu, warga Ambat Jaya kerap kali diresahkan akibat kebisingan dan bau cat/tinner yang menyengat setiap aktivitas pengecatan di area PT Saipem.”Sudah berbagai upaya sering kami lakukan, namun mereka selalu membuat berbagai alasan seolah olah tidak bersalah dan sudah SOP,” keluh Sahar, warga setempat
Sahar yang juga selaku Ketua Forum Peduli Kesejahteraan Lingkungan (FPKL) Karimun sangat menyayangkan PT Saipem yang dibanggakan di kabupaten Karimun juga merupakan mimpi buruk bagi warga Ambat Jaya.”Tidak adil bagi kami, mereka dapat untung tetapi kami warga seperti diracuni secara perlahan akibat debu Blasting yang selalu mengancam kesehatan kami,” protes Sahar tegas
Kepada awak media, Sahar juga menyampaikan bahwa ada satu keluarga di kampung Ambat Jaya yang mengalami gagal jantung dan paru-paru diduga akibat polusi Blasting PT Saipem yang sudah berlangsung lama dan selalu mencemari pemukiman warga dengan debu Blasting yang terbawa angin.”Pernah dari pihak perusahaan ucapannya sangat melukai hati kami. Mereka dengan nada keras pernah membela diri dengan ucapan “Apa warga Ambat sudah ada yang mati akibat debu Blasting”, papar warga sambil Istigfar

Muslim , Bendahara FPKL menambahkan berbagai upaya warga menyampaikan keluhan kepada pihak PT Saipem, Pemerintah Daerah, namun selalu tidak membuahkan hasil alias pulang hampa dan kecewa.” Setiap kali alat pengukur udara dipasang, mereka selalu mengurangi aktifitas sehingga akibatnya kami warga sulit untuk membuktikan gangguan debu Blasting, grinding, ataupun kegiatan painting,” keluh Muslim
Melalui pemberitaan ini, warga kampung Ambat Jaya berharap PT Saipem dapat menerapkan SOP kerja yang tidak membahayakan kesehatan warga khususnya Kampung Ambat Jaya,” Jage investasi boleh boleh aje, tapi jangan seperti belah buluh, warga Tempatan diinjak pihak perusahaan diangkat,” Sentil Muslim mengakhiri keluhannya
Untuk keberimbangan pemberitaan, awak media akan meminta tanggapan dan klarifikasi dari perusahaan PT Saipem.Untuk itu, Tim telah mengirim pesan via WhatsApp humas perusahaan. Sampai berita ini dinaikkan, pihak humas PT Saipem belum memberikan tanggapan atau klarifikasinya. (Hn)

