Pelalawan – Jaanewsonline.co.id | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan, Riau, meminta pergantian pegawai Dinas Perkebunan terkait kematian ribuan bibit kelapa sawit. Bibit-bibit tersebut dianggarkan menggunakan uang rakyat untuk program peningkatan komoditas kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perkebunan, Rabu (13/9), Wakil Ketua I DPRD Pelalawan Syafrizal SE mengatakan, kematian ribuan bibit kelapa sawit merupakan bentuk pembiaran dari pegawai Dinas Perkebunan.
“Kami minta kepada Bupati untuk segera mengganti kepala UPTD Dinas Perkebunan,” kata Syafrizal.
“Supaya bibit yang masih tersisa itu ada yang mengurusnya dan ada yang mempertanggung jawabkannya,” imbuhnya.
Syafrizal juga meminta data penerima bibit kelapa sawit dari tahun 2021 dan 2022. Ia ingin memastikan apakah bibit-bibit tersebut sudah disalurkan sesuai dengan ketentuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Pelalawan Akhtar SE tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi wartawan terkait permintaan DPRD.
Kematian ribuan bibit kelapa sawit di Pelalawan menjadi perhatian publik. Hal ini menunjukkan adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran program peningkatan komoditas kelapa sawit dan tanaman perkebunan lainnya. (Erizal)

