Takalar – Javanewsonline.co.id | Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Firdaus Dg. Manye langsung menyoroti isu krusial terkait penurunan target pendapatan pada APBD Perubahan 2024. Ia menekankan perlunya klarifikasi mendalam mengenai penyebab dan faktor-faktor yang melatarbelakangi penurunan tersebut.
“Pendapatan ini perlu dicermati, dihitung matang-matang, dan disepakati berapa besar pendapatan yang realistis yang dapat dicapai,” ujar Bupati Firdaus.
Selain itu, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak serta penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang terjadi. Asumsi makro dan realisasi pendapatan, menurutnya, perlu ditinjau kembali. Penyesuaian belanja juga harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap laporan keuangan daerah.
Bupati Firdaus juga menggarisbawahi perlunya penyesuaian target kerja seiring dengan pergeseran belanja, guna memastikan pengelolaan anggaran berjalan efektif dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Jika dibandingkan dengan total APBD, perlu dilihat capaian realisasi terhadap pokok perubahan APBD, terutama setelah dikaitkan dengan belanja. Banyak yang belum dapat direalisasikan sesuai target,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati menyatakan optimisme bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar akan berupaya keras untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar sesuai target dan dapat membiayai program-program yang telah ditetapkan pada semester kedua tahun ini.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Takalar serta seluruh catatan dan masukan dari fraksi-fraksi. “Insya Allah, semua akan dicermati dan menjadi perhatian untuk pembahasan lanjutan,” tutupnya. (Syarifuddin / ansar dg rewa)

