Palangka Raya – Javanewsonline.co.id | Untuk memberikan pemahaman dan mengatisipasi mewabahnya varian baru dari Covid-19 yaitu varian delta plus B1617.2.1 atau AY1, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, menggelar pelatihan mitigasi bencana untuk wartawan bertempat di kafe kampung lauk Keluranhan Pahandut Sebrang Kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya, Rabo (27/21)
Menurut Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, saat ini pertumbuhan varian delta plus cukup pesat ditengah mewabahnya covid-19 di berbagai Negara, dikhawatirkan penyebaran virus varian delta plus terus meluas dan bisa menggeser covid-19 yang saat ini sedang mewabah.
“Vaksin merupakan cara untuk mencegah virus ini berkembang lagi, kita percepat vaksinasi sambil terus mengedukasi masyarakat pentingnya protokol kesehatan supaya jangan sampai diabaikan,” kata Emi Abriyani yang juga menjabat sebagai ketua harian satgas covid-19 Palangka Raya.
Lebih lanjut Emi mengatakan varian dari virus corona yang baru, varian delta plus, telah diidentifikasi di lebih dari 10 negara dan Indonesia salah satunya, karenanya semua pihak harus mengatisipasi penyebaran varian baru delta plus tersebut khususnya di Kota Palangkaraya agar tidak mewabah.
“Sebagai langkah antisipasi pemerintah telah menggencarkan vaksinasi terhadap masyarakat diiringi edukasi dan penerapan sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan, untuk membentengi agar varian delta plus tidak masuk ke Kota Palangkaraya,” kata Emi.
Emi menjelaskan dengan vaksinasi 100 persen kemampuan virus delta plus hanya mampu menyerang 25 persen kekebalan tubuh. Artinya masih ada 75 persen imunitas yang tahan terhadap serangannya, karenanya kegiatan vaksin lengkap terus di sosialisasikan. (suparto)

