Karimun – Javanewsonline.co.id | Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kabupaten Karimun menangani lima kejadian kebakaran yang terjadi beruntun dalam waktu kurang dari enam jam, Kamis, 22 Januari 2026.
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 12.20 WIB di Lubuk Semut, Kelurahan Lubuk Semut, Kecamatan Tanjung Balai Karimun. Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke permukiman warga.
Peristiwa kedua terjadi pukul 15.00 WIB di lahan gambut Semamal, Kelurahan Meral Barat. Petugas menghadapi medan sulit karena karakteristik lahan gambut yang rawan meluas. Selang 15 menit kemudian, kebakaran kembali terjadi di Canggai Putri, Kelurahan Teluk Uma.
Intensitas kejadian berlanjut pada pukul 16.45 WIB dengan kebakaran keempat di wilayah Lubuk Semut. Rangkaian kejadian hari itu ditutup dengan kebakaran kelima di lahan samping PT Sembawang Shipyard sekitar pukul 17.45 WIB. Seluruh kejadian berhasil ditangani tanpa laporan korban jiwa.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD-Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, mengatakan keberhasilan penanganan tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan, profesionalisme, serta koordinasi tim yang solid di lapangan.
“Meski kejadian berlangsung beruntun dan petugas dihadapkan pada keterbatasan sarana, seluruh personel tetap bekerja fokus dan profesional demi keselamatan masyarakat,” kata Dedi.
Ia menegaskan bahwa petugas pemadam kebakaran merupakan garda terdepan dalam situasi darurat yang berisiko tinggi. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha.
Dedi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam aktivitas pembakaran sampah. Ia menegaskan bahwa membuka lahan dengan cara membakar merupakan pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.
Selain itu, BPBD-Damkar Karimun mendorong keterlibatan perusahaan dan lembaga perbankan dalam mendukung upaya penanggulangan bencana, mulai dari penyediaan sarana pendukung hingga penguatan kapasitas tanggap darurat.
“Penanggulangan bencana adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian kolektif. Sinergi semua pihak menjadi kunci membangun ketangguhan daerah,” ujar Dedi. (Hn)

