Jayapura – Javanewsonlin.co.id | Para pendamping dan atlit difabel yang berlaga di ajang Peparnas merasa kecewa dengan perlakuan Pemerintah Provinsi Papua Barat karena merasa di terlantarkan, karena harus membawa atlit difabel secara manual menaiki kapal penumpang yang jelas tidak layak bagi mereka.
Pengurus Cabor Boccia Puji Astuti Olivia yang juga bertindak sebagai sponsor serta pendamping para atlit difabel khusunya Grahita Ganguan Syaraf/ mental atau pisiko sosial, mereka harus menggunakan roda untuk aktifitas, seharusnya menggunakan tranportasi pesawat udara untuk kenyamanan mereka.
“Kami ada 250 orang dalam satu kontingan dengan 9 cabor, seharusnya tanggal 15 kita ada jadwal pemulangan menggunakan pesawat namun tanpa ada konfirmasi jadwal tersebut di kencel dan diarahkan mengunggan kapal motor penumpang, yang menyulitkan para difabel,” ujarnya.
Lebih lanjut Puji Astuti mengatakan, terlantarnya para atlit difabel tersebut juga terkendala proses pencairan dana pendampingan dan oprasional atlit dari pemerintah daerah, selin itu juga tidak adanya dana peminaan sehingga para atlit difabel merasa di diskriminasikan.
“Ini pertamkalinya Provinsi Papua Barat mengikuti Pepernas, namun prestasi yang diperoleh cukup menggembirakan karena bisa masuk 5 besar, sangat disasyangkan jika pihak pemerintah daerah tidak memberikan perhatian kepada para atlit difabel tersebut,” kata Puji.
Ia mengatakan konflik interen antara NPC dengan Pemda Setempat seperti Dispora dan Wakil Gubernur jangan berdampak terhadap pembinaan para atlit difabel, karena dengan keterbatasan yang ada mereka bisa berlaga secara maksimal dan membaw harum nama daerah.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan pendidikan para atlit difabel, karena banyak dari mereka yang tidak bisa sekolah, sehingga bisa mengikuti jenjang pendidikan yang setara sebagai penghargaan terhadap perjuangan para atlit difabel mengharumkan nama Papua Barat di kancah Nasional,” tuturnya.
Sementara itu atlit difabel untuk cabor atletik peraih mendali emas Kesyah Akwan mengaku sedih dan kesal dengan situasi ini.
“Posisi teman-teman kami sedih dan marah juga ada, sedih karena kita tidak diperhatikan dan kami meraasa dikecilkan, tapi kami diam dan kami ikut saja,” ujarnya.
Kesyah berharap dengan kondisi ini pemerintah dapat memperhatikan beberapa atlit yang berhasil menyumbang medali emas dengan memberikan dana prestasi sesuai dengan yang dijanjikan. (aw/pam)

