
Jakarta – Javanewsonline.co.id | Sejak Ketua Umum Seknas M Yamin dan Sekjen Deddy Mawardi meninggal dunia, kekosongan pimpinan untuk posisi Seknas teratasi dengan dipilihnya kepengurusan baru Seknas Jokowi untuk periode 2021 – 2023 melalui Musyawarah Nasional Khusus (Munassus).
Munas Khusus yang dihadiri 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), deklarator/pendiri, dan organisasi-organisasi sayap diselenggarakan pada tanggal 25 Juli 2021 melalui daring. Munas Khusus telah menetapkan Dewan Pimpinan Nasional, Sekretaris Jenderal dan Dewan Penasihat Seknas Jokowi.
Guruh Hernawan Rudianto SH yang merupakan Ketua DPW Sumatera Selatan dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Umum DPN Seknas Jokowi. Munas Khusus juga telah memilih dan menetapkan Tumpak Sitorus sebagai Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi dan Dr. Zaqia Ramallah, S.Pd., M.Sn sebagai Wakil Sekretaris Jenderal.
Selain memilih dan menetapkan Ketua Umum DPN dan Sekretaris Jenderal, Munas Khusus juga menetapkan Dewan Penasihat Seknas Jokowi, yakni Rudiantara, S.Stat., M.B.A Menteri Kominfo 2014 – 2019) dan Ir Tri Budiarto MSi. Munas Khusus dibuka oleh Deputi II BNPB, Ir Harmensyah Dipl SE MM, Minggu (25/7/2021).

Kepemimpinan kolektif-koegial Dewan Pimpinan Nasional (DPN), sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang telah diperbaharui dan ditetapkan dalam Munas Khusus, mencerminkan komitmen Presiden Jokowi sejak awal tentang pemerataan pembangunan termasuk membangun potensi kepemimpinan di daerah-daerah.
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) mencakup DPW dengan keterwakilan Indonesia Barat (3 orang), Indonesia Tengah (3 orang), Pimpinan Organisasi Sayap (1 orang), Perwakilan Deklarator (2 orang) dan perwakilan tokoh nasional (1 orang).

DPN Seknas Jokowi untuk masa bakti 2021 – 2023 yang dipilih dan ditetapkan Munas Khusus terdiri dari Daud Sangadji, dr Fachmi, Sri Naida, Sumihardja, Guruh Hermawan, Ibnu Kurniawan, A Tholip, Don K Marut, Sereida Tambunan dan Fernando Silalahi, sementara tokoh nasional belum diisi. Sedangkan, Sekjen Seknas Jokowi dijabat Tumpak Sitorus yang didampingi Wakil Sekjen Seknas Jokowi, Zaqia Ramallah.
Dalam pembukaan Munas Khusus ini, Pjs Sereida Tambunan mengatakan, Munas Khusus ini merupakan upaya untuk menyelamatkan organisasi, karena kekosongan kepemimpinan setelah Ketua Umum dan Sekjen Seknas Jokowi meninggal dunia. “Sekarang ini, Seknas Jokowi sudah semestinya ikut berpartisipasi membantu pemerintah untuk menangani pandemi ini,” katanya.
Dia meminta agar Seknas Jokowi menyampingkan kepentingan pribadi, kelompok dan sebagainya, tetapi harus bersama-sama pemerintah untuk bergotong royong menangani pandemi ini. “Kita mendengar banyak korban meninggal, ekonomi juga merosot, karena banyak warga yang bekerja hari ini untuk makan hari ini, semua ini membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Masih menurut Sereida, pemerintahan Jokowi sudah melakukan yang terbaik, tetapi membutuhkan semangat gotong royong untuk mengatasi dampak wabah ini. Dia mengharapkan, semua kader Seknas Jokowi bersama-sama pemerintah turun langsung ke masyarakat. Sudah banyak keluhan dari berbagai daerah, mulai dari tidak tersedianya vaksin sampai dengan oksigen. “Kita harus berjuang bersama pemerintah mengatasi semua ini. Jadi, kita hentikan kepentingan pribadi atau golongan, karena banyak warga sangat membutuhkan bantuan kita,” jelasnya.
Selain persoalan pandemi, kata Sereida, persoalan kedepan yang dihadapi berkaitan dengan ekonomi rakyat kecil dan pendidikan membutuhkan perhatian. Selain itu, ada persoalan stunting yang juga harus mendapat perhatian. Untuk itu, kata Sereida, Seknas Jokowi harus berusaha membantu pemerintah dalam melaksanakan semua program. “Kita harus mengawal dan mendukung semua program pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Harmensyah Deputi II BNPB sangat mengapresiasi sikap Seknas Jokowi yang telah membantu dalam sosialisasi dan edukasi mengenai pandemi Covid-19. Dalam arahannya Harmensyah menegaskan pentingnya kerja relawan dalam membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
“Keterlibatan Seknas Jokowi dalam pandemi Covid-19 ini akan membantu meringankan beban pemerintah dan masyarakat. BNPB siap mengadakan Kerjasama dengan Seknas Jokowi mulai dari tingkat nasional sampai ke daerah-daerah,” terangnya.
Dia juga mengajak Seknas Jokowi untuk berkolaborasi dengan relawan pandemic Covid-19 yang ditangani BNPB. “Kami juga ada relawan, yang tentu sangat baik untuk saling bekerja sama,” ungkapnya.
Harmensyah membeberkan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani pandemic covid-19. Dia menegaskan kalau stok vaksin mencukupi untuk melakukan vaksinasi sesuai dengan sasaran. Dirinya berharap, bantuan dari Seknas Jokowi untuk menyampaikan kepada pemerintah mengenai temuan di lapangan. “Saat ini, pemerintah sedang berusaha untuk mendirikan tempat isolasi mandiri terpusat. Kita mengharapkan baik pemerintah, swasta dan komunitas, bersama mendirikan tempat isoman terpusat,” tutupnya. (T)

