Banyuwangi – Javanewsonline.co.id | Dinas Pekerjaan Umum dan Pengairan (PU Pengairan) Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat kolaborasi dengan petani melalui Program Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
Program ini menjadi salah satu strategi andalan dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus memberdayakan kelembagaan petani agar lebih mandiri dan profesional dalam mengelola sumber daya air.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, melalui Staf Bina Manfaat dan Kemitraan Nurul Aini, menjelaskan bahwa Program KSO telah berjalan sejak 2015 dan terus menunjukkan dampak positif.
“Program ini dirancang sebagai upaya terencana, terpadu, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan serta peran petani dalam mengelola jaringan irigasi secara efisien dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Nurul, Program KSO memiliki tiga tujuan utama, yakni revitalisasi kelembagaan di tingkat Gabungan HIPPA (GHIPPA), peningkatan partisipasi aktif petani dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, serta penguatan kapasitas manajemen pengelolaan air di tingkat akar rumput. Melalui pendekatan ini, Dinas PU Pengairan mendorong agar HIPPA tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
Kegiatan yang dijalankan dalam Program KSO meliputi identifikasi kelembagaan HIPPA, revitalisasi dan pembinaan kelembagaan, penelusuran wilayah irigasi, penyusunan profil sosial-ekonomi-teknik kelembagaan (PSETK), hingga rehabilitasi jaringan irigasi menggunakan sistem kerja sama operasi. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 50 daerah irigasi di seluruh wilayah Banyuwangi.
“Melalui KSO, HIPPA memperoleh kesempatan memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kemampuan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Dampaknya terasa langsung bagi petani karena sistem irigasi menjadi lebih terpelihara dan produktivitas pertanian meningkat,” kata Nurul.
Ia menambahkan, sinergi antara PU Pengairan dan HIPPA juga berkontribusi pada peningkatan efektivitas program pembangunan pertanian dan irigasi. Selain itu, KSO dinilai berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Harapan kami, melalui program ini akan terbentuk kelembagaan petani yang kuat, mandiri, dan mampu mengelola air secara adil serta berkelanjutan. Ini bukan hanya soal teknis irigasi, tetapi juga tentang membangun kemandirian ekonomi petani Banyuwangi,” ujar Nurul menegaskan.
Dengan pendekatan kolaboratif semacam ini, Dinas PU Pengairan Banyuwangi meneguhkan peran strategisnya sebagai penggerak utama pengelolaan sumber daya air yang tidak hanya menjaga fungsi irigasi, tetapi juga memperkuat fondasi kesejahteraan petani di tingkat lokal. (TR)

