Grobogan – Javanewsonline.co.id | Seorang kurir jasa ekspedisi J&T Express diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI yang bertugas di Koramil Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Selasa (19/8/2025). Oknum yang berinisial Serka AR tersebut diduga melakukan pemukulan beberapa kali terhadap korban.
Peristiwa ini dipicu kekesalan oknum TNI karena sejumlah paket pesanannya berulang kali diretur. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tercatat sekitar 15 paket yang dikirim dalam kurun waktu kurang dari satu bulan kembali ke pengirim karena pembayaran tidak pernah dilunasi.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan pihak ekspedisi. Bahkan, muncul sindiran yang menyebut oknum TNI itu “tidak mampu membayar” atau “kere”, yang diduga memantik kemarahan anggota TNI bersangkutan.
Tidak terima dengan sebutan tersebut, oknum TNI diduga mendatangi rumah kurir J&T Express dan melakukan pemukulan. Akibat insiden ini, korban mengalami luka di wajah dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
Hingga berita ini diturunkan, kasus dugaan penganiayaan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Belum ada pernyataan resmi dari J&T Express maupun Komando Distrik Militer (Kodim) setempat terkait sikap resmi terhadap tindakan anggota TNI tersebut.
Peristiwa ini mendapat sorotan masyarakat, mengingat aparat seharusnya menjadi contoh dalam penyelesaian masalah secara bijak, bukan melalui kekerasan. (Jateng Tarom)

