METRO – Javanewsonline.co.id |  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mengambil langkah strategis guna memperkuat respons terhadap dinamika kebencanaan yang kian kompleks. Mereka mengirimkan sejumlah tenaga kesehatan terpilih untuk mengikuti Pelatihan Gizi Bencana tingkat provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, S.T., M.Kes., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari strategi besar untuk memastikan respons cepat dan tepat dalam mengatasi krisis gizi di masa darurat.

“Kami menyiapkan tenaga kesehatan yang tidak hanya siaga, tetapi juga siap bertindak menyelamatkan kelompok rentan dari risiko gizi buruk saat bencana terjadi,” ujar Dr. Eko dengan tegas.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam merespons situasi darurat secara sistematis dan terkoordinasi, khususnya di bidang gizi. Para peserta dibekali dengan materi krusial, meliputi manajemen respons gizi, koordinasi lintas sektor dalam penanganan gizi saat bencana, kajian dampak bencana terhadap status gizi masyarakat, serta penyusunan rencana respons gizi dan rencana kesiapsiagaan gizi yang berbasis konteks lokal.

Menurut Dr. Eko, Kota Metro terus mendorong transformasi sistem kesehatan yang tidak hanya tanggap terhadap krisis, tetapi juga mampu melakukan perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam penanganan gizi bencana.

“Pelatihan ini bukan hanya soal teori. Ini tentang kesiapan nyata menghadapi kondisi terburuk, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap kelompok paling rentan,” jelasnya.

Dinkes Kota Metro juga melihat pelatihan ini sebagai momentum vital untuk penguatan kolaborasi antar daerah dalam membangun jejaring respons cepat, sekaligus memperkuat kapasitas internal dalam pelaksanaan respons gizi yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Dr. Eko berharap para peserta pelatihan dapat segera mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat sistem layanan kesehatan di lapangan. Selain itu, mereka diharapkan menjadi pionir dalam menyusun protokol penanganan gizi darurat secara berkelanjutan di Kota Metro.

“Kami tidak ingin sekadar hadir saat bencana. Kami ingin hadir dengan solusi yang siap dan sistematis,” pungkasnya. (Chandra)