Jayapura – Javanewsonline.co.id | Ini pejelasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua terkait surat yang ditujukan kepada Persipura Jayapura yang tidak diberikan izin menggunakan Stadion Mandala sebagai tempat penyelenggaraan Kompetisi Sepak Bola Asian Football Confederation (AFC) tahun 2021 disampaikan kepada Javanewsonline.co.id pada Kamis (29/04/2021).
Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya membenarkan adanya surat yang beredar yang ditujukan untuk Managemen Persipura Jayapura, terkait penggunaan Stadion Mandala yang saat ini masih dalam proses rehab dan juga pemeliharaan, untuk persiapan Pekan Olaharaga Nasional (PON) XX di Papua tahun 2021
“Mandala itu aset Pemerintah Provinsi, yang kebetulan dipercayakan pada KONI untuk mengurus dan mengelolanya. Kami mengeluarkan surat itu, karena tidak diberitahu secara jelas menyangkut jadwal dari pertadingan AFC itu sendiri. Itu tidak jelas buat kami,” tegas Kenius.
Ia menjelaskan, bahwa ketidakjelasan tersebut akan sangat mengganggu terkait kegiatan PON pada bulan September. Dan sebelum pelaksanaan PON tanggal 2 Oktober 2021, cabang olahraga Sepak Bola sudah melakukan babak penyisihan, sehingga pihaknya mengkhawatirkan ada jadwal pertandingan yang bertabrakan.
“Surat kami itu di ekspos di media sosial dan ditanggapi negative oleh semua Persipura Mania, saya kira secara etika managemen Persipura juga tidak boleh menaikkan di media sosial,” kata Kenius.
Kenius berharap, ketika managemen Persipura tidak puas dengan surat yang dikeluarkan, pihaknya meminta untuk datang dan memberikan penjelasan, maka KONI Papua juga akan dapat memberikan penjelasan terkait alasan keluarnya surat tersebut.
“Setelah surat itu keluar, Persipura belum pernah datang untuk menyampaikan keluhannya, komunikasipun belum, bahkan kita kaget surat itu sudah di ekspos dimana mana, termasuk di media sosial, seharusnya gak boleh, karena itu nuansa provokatif,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa dirinya suka dan cinta dengan Persipura, karena Persipura itu bukan hanya milik warga Kota, tetapi sudah menjadi icon kebanggaan masyarakat Papua. Pihaknya berharap agar managemen dapat melakukan komuikasi yang baik terkait agenda-agenda Persipura.
“Apakah orang-orang yang mengurus Persipura itu secara terbuka managemennya dan lain sebagainya, komunikasi seperti ini saja sangat tertutup, asset pemerintah yang mau dipakai datanglah bicara baik-baik, jangan seolah-olah KONI yang salah, disoroti dan segala macam, saya pikir ini komunikasi yang kurang bagus.
Mudah-mudahan tidak terjadi di waktu-waktu yang akan datang,” ujarnya. Kenius Kogoya mengharapkan agar managemen Persipura lebih terbuka, komunikasinya harus lebih bagus, karena Persipura merupakan klub besar yang sudah go internasional, sehingga pihaknya berharap managemennya harus bagus. (Abdul/Panji)

