Medan – Javanewsonline.co.id | Kodam I Bukit Barisan melalui Korem 032/Wirabraja turun tangan dalam operasi evakuasi menyusul erupsi Gunung Marapi (2.891 mdpl) di Provinsi Sumatera Barat pada Minggu (3/12/2023). Tim evakuasi gabungan dari TNI-Polri dan BPBD dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi korban yang mungkin masih terjebak di area terdampak.
“Pelepasan tim evakuasi gabungan melibatkan personel dari Yonif 131/Braja Sakti, Kodim 0304/Agam, Kodim 0307/Tanah Datar, Brimob Padang Panjang, dan BPBD Tanah Datar, dengan masing-masing satu regu,” jelas Mayjen TNI Mochammad Hasan, Pangdam I/BB, melalui Kapendam I/BB, Kolonel Inf Rico J Siagian.

Komandan Korem 032/Wbr, Brigjen TNI Rayen Obersyl secara langsung memimpin pelepasan tim evakuasi dari Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Tugas utama tim adalah membantu pencarian dan evakuasi korban yang mungkin masih berada di lokasi erupsi Gunung Marapi.
Berdasarkan data dari Basarnas Padang, 75 pendaki terjebak saat erupsi Gunung Marapi. Sebanyak 49 orang berhasil dievakuasi dengan selamat pada Minggu malam. Hingga Senin pagi pukul 07.00 WIB, 11 pendaki ditemukan meninggal dunia, dan tiga orang selamat. Namun, masih ada 12 pendaki yang belum ditemukan, dan mereka menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian.

“Dengan demikian, hingga siang tadi, masih ada 12 pendaki yang belum ditemukan, dan mereka inilah yang akan dicari oleh Tim Evakuasi Gabungan TNI-Polri dan BPBD,” ungkap Kolonel Rico.
Korem 032/Wbr juga memfasilitasi berbagai elemen dan komunitas masyarakat yang ingin membantu proses evakuasi serta memberikan bantuan kepada para korban bencana Gunung Marapi. Sementara itu, warga sekitar Gunung Marapi, terutama di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, diminta untuk tetap waspada dan dihimbau untuk tidak mendekat ke zona merah.
“Danrem 032/Wbr mengingatkan warga untuk tidak lengah, apabila sewaktu-waktu Gunung Marapi erupsi kembali, karena saat ini status gunung berada pada Siaga Level 2,” tambah Rico.
Kehadiran tim evakuasi gabungan diharapkan dapat mempercepat pencarian dan evakuasi korban serta mengurangi dampak bencana yang melibatkan masyarakat di sekitar Gunung Marapi.
Sumber: Pendam I/BB

