Di bawah sinar matahari yang memancar di langit Pangkep, ada sebuah pertemuan yang melibatkan hati dan pikiran mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (HIMALAYA). Mereka datang dengan aspirasi yang mendalam terkait Program Indonesia Pintar (PIP) di Kelurahan Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya.

Dalam harmoni persaudaraan, suara-suara mahasiswa tersebut mengalir seperti melodi yang mencari jawaban. Mereka ingin agar PIP, sebuah cahaya bagi pendidikan, bersinar lebih terang di wilayah mereka. Namun, dalam sorot mata mereka, mereka melihat pemerintah setempat belum sepenuhnya memahami melodi itu.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangkep menjadi tempat di mana mahasiswa ini menggantungkan harapannya. Mereka datang untuk berbicara, berharap suara mereka akan menjadi lirik bagi perubahan yang mereka inginkan.
Bapak Ketua DPRD Kabupaten Pangkep, H. Haris Gani, S.Sos, M.Si, menjadi penjaga pintu bagi aspirasi ini. Di ruang Sidang B Kantor DPRD Pangkep, harapan dan pemikiran para mahasiswa disampaikan dengan penuh semangat.
Namun, di dalam ruangan itu, bukan hanya Ketua DPRD yang mendengarkan. Ada pihak-pihak lain yang juga hadir, sebagai saksi dari melodi ini. Kepala cabang Dinas Pendidikan wilayah lIX Pangkep, perwakilan dinas pendidikan dan kebudayaan, serta Camat Liukang Tangaya, semuanya berada di sana untuk mendengar dan meresapi.
Tidak hanya para pejabat pemerintah, tetapi juga kepala UPT SMA 6 Pangkep dan kepala UPT SMA 18 Pangkep ikut mengisi ruangan dengan harapan dan tekad untuk perubahan.
Di bawah langit Pangkep, pertemuan ini adalah sebuah kisah, sebuah babak baru dalam perjalanan menuju peningkatan PIP dan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Mahasiswa dan pemerintah, bersama-sama mengarungi aliran aspirasi, mencoba menciptakan harmoni dalam merubah melodi pendidikan.
Semoga dari pertemuan ini, harmoni akan membawa perubahan yang diinginkan oleh semua pihak, dan cahaya pendidikan akan bersinar lebih terang bagi generasi yang akan datang. (Jufri)
