Takalar – Javanewsonline.co.id | Warga di 5 Desa melakukan aksi unjuk rasa dengan menutup akses Jalan Poros Galesong utara, yang menghubungkan jalur poros Takalar Kecamatan Galesong Utara dengan Kabupaten Takalar, pada Sabtu (12/11).

Lima desa tersebut diantaranya adalah, Desa Aeng Towa, Desa Pakkabba, Desa Biring Kassi, Desa Sampulungang, dan Desa Kaballokang.
Warga menuntut agar Panitia P2KD merevisi ulang para Calon Kepala desa yang akan bertarung dalam Pemilihan kepala desa (Pilkades).
Warga kecewa karena para Calon Kepala desa yang lolos verifikasi administrasi bukan warga dari desanya.
Di temui awak media Javanewsonline.co.id, warga Desa Biring Kassi mengatakan, bahwa ada ketidakadilan dalam menentukan calon kepala desa oleh pihak kabupaten.
“Semoga aksi kami ini dapat di respon oleh pemerintah, tentunya dari kabupaten dan para wakil rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Takalar,” ungkapnya, dalam wawancara di lokasi unjuk rasa.
Ia menambahkan, menurut informasi yang didapat, ada lima 5 desa yang melakukan aksi unjuk rasa hari ini.
“Tuntutan kami agar ada calon Kepala desa yang lolos, tentunya orang yang memang lahir dari desa kami, bukan orang luar yang mau memimpin kami pak,” jelasnya.
Hal yang sama di ungkapkan oleh salah satu warga Desa Aeng Towa, Haris Barakka, ia mengatakan kepada P2KD dan Bupati Takalar, untuk segera melakukan perubahan atas keputusan itu, yaitu keputusan yang dianggap tidak adil kepada masyarakat, khususnya di Desa Aeng Towa ini.
“Bila tuntutan kami tidak diterima, maka kami akan terus melakukan aksi unjuk rasa. Kami tidak menginginkan orang yang kami tidak kenal jadi kepala desa di kampung kami pak,” tegasnya.
Kapolres Takalar tampak turun langsung menemui para warga yang melakukan aksi boikot jalan, meminta kepada pengunjuk rasa atau warga untuk membuka akses satu lajur jalan dengan tujuan para pengguna jalan tetap dapat melewati jalan tersebut, tapi para warga menolak.
“Kalau ada ambulance, atau hal-hal yang sifatnya dengan tujuan kemanusiaan, kami akan berikan jalan pak, tapi kalau hanya sekedar lewat kami menolak, sebelum tuntutan kami di terima,” ungkap salah satu warga Desa Biring Kassi, yang enggan di sebutkan namanya.
Puluhan personil dari satuan PHH Dan Patmor Polres Takalar di turunkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Aksi unjuk rasa tersebut berjalan aman, namun aksi tersebut membuat kemacetan panjang dari arah Kabupaten Gowa dan Makassar, begitupun dari arah kota di Kabupaten Takalar. (Syarifuddin)

