Sidoarjo – Javanewsonline.co.id | Peringatan malam Nuzulul Qur’an dalam Kegiatan Safari Ramadhan GP Ansor dan Fatayat NU, di Desa Pabean, Sedati, menghadirkan ulama kondang KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza dari Pondok Pesantren Lirboyo sebagai penceramah.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi dan Camat Sedati Abu Dardak, serta Kepala Desa Pabean dr Sriatun dan tokoh masyarakat, disambut antusias ribuan masyarakat yang datang ke Masjid Nasrullah, Dusun Alas Tipis Desa Pabean, Minggu (9/4) sore.
Kegiatan Safari Ramadhan ini menurut Wakil Bupati Subandi adalah upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, dengan mengunjungi langsung masyarakat.
“Kegiatan kita ini sebagai penguat dan pengikat tali silaturahmi kita dengan masyarakat Desa Pabean pada umumnya, sehingga semakin mempererat hubungan yang harmonis antara pemerintah dengan masyarakat,” jelas Subandi
Pada kesempatan itu, Wabup Subandi juga mengajak masyarakat muslim untuk sungguh-sungguh menjalankan ibadah amaliah di bulan suci Ramadhan ini.
“Mari kita isi Bulan Ramadhan ini dengan menjalankan ibadah puasa dan ibadah amaliah lainnya, untuk meraih pahala. Karena belum tentu tahun depan bisa ketemu dengan Bulan Ramadhan lagi,” kata Wakil Bupati Subandi.
Wabup H Subandi berpesan kepada umat muslim, untuk introspeksi dan merenung saat membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al qur’an.
“Saya berpesan kepada yang hadir pada malam hari ini, amalkan Al Qur’an pada kehidupan sehari-hari, agar kita selalu berada di jalan Allah SWT,” ucap Wabup Subandi kepada para pengunjung Kampung Ramadhan.
Wabup H Subandi menyampaikan, bahwa Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia, untuk mengetahui antara yang hak dan yang bathil. Salah satunya dalam surah Al Baqarah ayat ke 165.
Oleh karenanya, Wabup meminta agar umat muslim harus bisa membaca kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW itu.
“Kita tidak boleh buta huruf, tidak bisa membaca Al Qur’an, karena didalamnya terdapat petunjuk-petunjuk dari Allah SWT,” tuturnya.
Gus Reza menyampaikan mengenai proses turunnya Al Qur’an, di mana terdapat beberapa perbedaan waktu dalam memperingati.
“Ada orang yang memperingati turunnya Al-Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan, yang artinya proses turunnya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia. Namun ada juga yang memperingati turunnya Al-Qur’an pada tanggal 27 Ramadhan, yang artinya proses turunnya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz sampai ke Gua Hira. Walaupun terdapat perbedaan waktu, yang terpenting dari esensi memperingati Nuzulul Qur’an adalah dapat mengambil pelajaran tentang turunnya Al-Qur’an dan mengimplementasikan Al-Qur’an pada keseharian,” papar Gus Reza.
Kegiatan Safari Ramadhan ini dilaksanakan berbuka bersama, dilanjutkan Shalat Magrib dan Isya berjamaah, serta Shalat Taraweh. (Eka)

