Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Sebuah video yang memperlihatkan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul di area konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pelalawan, Riau, viral di media sosial, khususnya dalam grup WhatsApp. Video tersebut menunjukkan seekor harimau yang tampak memasuki area camp lapangan yang dikelilingi pagar terpal hitam. Kejadian tersebut langsung menarik perhatian publik, mengingat Harimau Sumatera merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Genman Suhefti Hasibuan, memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Dalam penjelasannya, Genman menyampaikan bahwa peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 Desember 2025, di salah satu camp lapangan yang berada dalam wilayah perizinan pengusahaan hutan di Riau, yang memang termasuk dalam jalur jelajah Harimau Sumatera.

“Pada kejadian tersebut, seorang pekerja yang sedang berada di camp lapangan lupa menutup pintu pagar. Harimau Sumatera berhasil masuk melalui pintu yang terbuka, mengejar anjing dan ternak ayam piaraan yang ada di dalam camp. Namun, karena segera diketahui oleh penghuni camp, harimau tersebut mencoba keluar melalui pintu yang sama,” ungkap Genman Suhefti Hasibuan saat dikonfirmasi pada Jumat, 17 Januari 2025.

Tindakan cepat diambil oleh warga camp yang segera menutup pintu pagar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan. Tim mitigasi dari perusahaan yang bertanggung jawab langsung melakukan pemantauan di lokasi, menenangkan warga, serta memberikan penyuluhan terkait langkah-langkah keselamatan. Beberapa anggota tim juga memasang kamera jebakan (camera trap) di sekitar area camp dan melakukan pemantauan melalui menara api yang berada tidak jauh dari lokasi.

Selama dua hari pemantauan, harimau tersebut tidak lagi terlihat. Pihak perusahaan kemudian mengambil langkah preventif dengan meminta warga untuk tidak memelihara ternak atau hewan piaraan di dalam camp lapangan, guna menghindari insiden serupa di masa depan.

“Petugas tim mitigasi hingga saat ini masih melakukan pemantauan secara rutin. Aktivitas pekerja pun sudah berjalan seperti biasa dengan tetap memperhatikan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku,” ujar Genman.

Himbauan dari BBKSDA Provinsi Riau juga ditekankan untuk selalu menjaga kelestarian habitat satwa liar dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa. Pihak BBKSDA akan terus mengawasi perkembangan situasi ini dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan perlindungan terhadap Harimau Sumatera.

Kasus ini semakin menyoroti pentingnya perlindungan terhadap satwa liar yang terancam punah, seperti Harimau Sumatera, serta perlunya kesadaran semua pihak untuk menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan-kawasan hutan yang masih menjadi habitat bagi spesies-spesies langka tersebut. (Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.