Sungailiat – Javanewsonline.co.id | Jalan yang menghubungkan Kota Sungailiat dengan Desa Bakam dibeberapa titik rusak parah dan berlobang tergenang air. Kerusakan yang parah mulai dari Desa Penyamun hingga menuju Desa Mabat.

Saat awak media memantau langsung ke lokasi pada Selasa (24/05/2022), kendaraan roda 4 yang melalui jalan tersebut kesulitan karena lobang jalan yang dalam dan tidak bisa dihindari.

Menurut penuturan salah satu warga yang melintasi jalan tersebut, kendaraan roda dua saat musim hujan sulit mencari celah agar bisa melewati jalan tersebut, kadang terpaksa harus melintasi lobang yang terendam air.

Kondisi jalan yang rusak sangat mengganggu perekonomian dan aktivitas warga sehari-hari yang hendak menuju Kota Sungailiat ataupun sebaliknya.

Jalan yang rusak yang harus dilalui pengguna jalan cukup panjang melewati beberapa desa diantaranya, Desa Penyamun, Sinar Panca, Cungfo, Air Layang, Bukit Layang, Mabat, Mangka.

Bahkan dibeberapa titik jalan, sudah tidak kelihatan lagi aspalnya, hanya berupa kubangan lumpur dan timbunan tanah puru berwarna kuning.

Arman yaitu salah satu warga Desa Mabat yang sempat diwawancarai awak media mengatakan sudah pernah menyampaikan aspirasi mengenai jalan rusak tersebut ke Bupati Bangka beberapa tahun lalu, tetapi belum ada realisasi karena terkendala anggaran.

Masyarakat sangat berharap mendapatkan fasilitas jalan yang layak seperti di daerah lain. Saat awak media konfirmasi ke Kepala Desa Penyamun Rochani, yang rumahnya juga melalui jalan rusak tersebut, ia mengatakan sudah pernah menyampaikan masalah tersebut ke pemerintah daerah dan informasinya tahun ini akan diperbaiki.

Awak media kemudian meminta konfirmasi dari pejabat instansi yang berwenang. Saat diminta konfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto SSTP menyampaikan dalam tahun ini (2022), akan dilakukan kegiatan berupa pemeliharaan berkala yang bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK), saat ini sedang proses tender.

“Tahun ini baru bisa dilakukan pembangunan jalan dengan dana senilai Rp 6 Millyar. Total dana dibutuhkan untuk perbaikan dan peningkatan jalan dengan panjang 38,6 km diperlukan dana diatas 50 milyar,” ungkapnya.

Disampaikannya, tahun kemaren (2021), melalui dana Dana Insentif Daerah (DID) pernah dilakukan pemeliharaan berkala, termasuk box culvert. “Jadi setiap tahun memang kita tetap ajukan terus secara berkelanjutan proses perbaikan maupun peningkatan jalan. Mohon doa semua, agar dapat berjalan lancar dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” pungkasnya. (Bayu)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.