Magetan – Javanewsonline.co.id | Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) “Ngudi Berkah” di Kelurahan Kepolorejo, Magetan, mulai beroperasi meski belum sepenuhnya rampung. Inisiatif berbasis pemberdayaan masyarakat ini berhasil memberikan perubahan signifikan, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun peluang ekonomi bagi warga.
Sebelumnya, Kepolorejo menghadapi persoalan serius terkait tingginya volume sampah harian dan minimnya fasilitas pengelolaan. Akibatnya, penumpukan di tempat pembuangan sementara ilegal serta penyumbatan saluran air sering terjadi. Sejak diresmikan sebulan lalu, TPS3R “Ngudi Berkah” menunjukkan dampak positif yang mulai dirasakan masyarakat.
Kepala Kelurahan Kepolorejo, Aditya Surendra Mawardi, menegaskan pentingnya pendekatan 3R dalam upaya mengurangi sampah.
“Ini masih belum sepenuhnya beroperasi, baru sebagian sambil menunggu mesin dari Dinas PUPR. Setiap hari petugas kami bersama warga aktif melakukan pemilahan sampah dari sumbernya,” jelasnya.
Dengan sistem pemilahan sejak rumah tangga, volume sampah yang harus dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berkurang drastis. Lingkungan menjadi lebih bersih, tidak berbau, serta mengurangi potensi pencemaran. Program ini juga menjadi sarana edukasi yang mendorong masyarakat lebih sadar akan pengelolaan sampah berkelanjutan.
Ketua KSM Ngudi Berkah, Winarto, mengungkapkan bahwa manfaat TPS3R tidak hanya pada aspek ekologis, tetapi juga ekonomi.
“Nanti setelah beroperasi sepenuhnya, kami akan mengolah sampah organik menjadi kompos atau pakan maggot yang hasilnya dapat dijual. Ini memberikan pemasukan tambahan bagi warga,” ujarnya.
Sampah seperti plastik, kertas, dan logam dipilah dan dijual ke pengepul, sementara limbah organik bernilai ekonomi siap diolah. Program ini membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wakid, melalui Kabid Cipta Karya Rokhmat Zainuddin, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, Selasa (9/12/2025).
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran masyarakat memulai pemilahan dari sumber sangat penting,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa TPS3R bertujuan mengatasi penumpukan sampah di perkotaan dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai sekaligus meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Harapan kami, TPS3R ini tidak menjadi monumen, tetapi benar-benar digunakan masyarakat Kepolorejo untuk mengelola sampah mereka,” tambahnya.
Pembangunan TPS3R “Ngudi Berkah” merupakan usulan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan dan dikerjakan oleh Dinas PUPR melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi Kementerian PUPR.
Keberadaan TPS3R ini menjadi bukti bahwa solusi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat mampu menjawab tantangan persampahan sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan. (Ren)

