Karawang – Javanewsonline.co.id | Beberapa hari lalu, video berisi rekaman viral di media sosial, dalam video itu diberitahukan mengenai nasib TKW asal indonesia, yang bekerja di Jedah Arab Saudi. Didalam video tersebut terlihat seorang wanita dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, meminta bantuan dan pertolongan kepada pihak KJRI dan Pihak Mabes BMI (Buruh Migran Indonesia) di penampungan Jedah Arab Saudi.

Diketahui, bahwa wanita tersebut bernama Salminah binti Sukara Warga Cikande 2 Karawang Jawa Barat. Kondisi Salminah terlihat sangat memprihatinkan, perutnya terlihat membesar disertai sesak pada pernapasan, hal itu sudah dirasakannya lebih dari 2 bulan.

H Rombi selaku Kepala Desa Cikande 2 Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Jawa Barat, saat di temui awak media Javanews diruangannya, pada Rabu (17/2) membenarkan, bahwa warganya atas nama Salminah binti Sukara, TKW asal Dusun Cikande 2 Rt 04/Rw 02 Karawang Jawa Barat  dalam keadaan sakit dan minta tolong untuk dibantu. “Kami sudah berkomunikasi dengan Salminah, yang berada di penampungan Jedah Arab saudi,” ujar Rombi

Menurut kabar dari BMI Jedah di penampungan, Salminah dalam penanganan medis, bahkan sudah dilakukan tindakan operasi. Tinggal bagaimana pertanggungjawaban pihak sponsor, yaitu H Doeng untuk proses pemulangannya ke Indonesia.

Saat ini, pihak H Doeng selaku sponsor diduga tidak pernah lagi komunikasi dengan pihak Kepala desa, sedangkan suami dari Salminah binti Sukara yang bernama Sakrim sudah melaporkan masalah ini kepada Kepala desa. Alasan H Doeng tidak ada komunikasi lagi, karena saat ini ia sedang sibuk menjadi Tim Pemenangan pada Pemilihan Kepala desa (Pilkades) Cikande, sekaligus menjadi Sponsor pemberangkatan TKW ke Arab Saudi.

“Demi kemanusiaan, proses harus berjalan dan pihak sponsor harus bertanggung jawab, Kasihan nasib Buruh TKW disana, jangan hanya mengambil uang dan keuntungan saja, tapi nasib mereka tidak diperhatikan,” tegas Rombi. Awak media Java news sudah dua kali datang kekediaman H Doeng, ingin menemuinya, tapi Ia selalu tidak ada ditempat, sedangkan yang menerima tamu saat itu selalu istri dan anaknya saja. (Zaenal)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.