Keerom – Javanewsonline.co.id| Miris, proyek pembuatan MCK Komunal yang dananya bersumber dari DAK tahun 2020, dan sudah diselesaikan ditahun 2020 lalu, ternyata meninggalkan masalah. Hingga saat ini, sebanyak 10 kampung dari 14 kampung yang mendapat bantuan MCK, ternyata belum dibayar oleh pihak terkait. Padahal, program tersebut telah rampung 100 persen di tahun anggaran 2020.
Pihak pelaksana, yaitu KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di 10 kampung tempat dilaksanakannya kegiatan mengeluh, sebab pembuatan MCK belum dibayar. Salah satu KSM yang mengeluh yakni Pujiono. Ia bersama teman-teman dari KSM telah melaksanakan pembangunan MCK di Kampung Baburia pada akhir tahun 2020. Namun pembayaran yang ia terima hanya 50 persen dari kesepakatan.
“Benar kami telah mengerjakan pembuatan MCK di Baburia, waktu itu kami dijanjikan akan mendapat ongkos kerja Rp 10 juta. Sebagai uang muka pekerjaan, diberikan di muka Rp 5 juta, sisanya dijanjikan akan dibayar selesai pekerjaan. Namun hingga hari ini (18/2/21) kami belum memperoleh pelunasan pembayaran pekerjaan MCK tersebut,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah satu pengusaha pembuatan papan nama MCK dari batu graffir, Hadi Purnomo juga mengeluh, karena pembuatan papan nama yang sudah dipesan sebanyak 24 Pcs sampai saat ini belum dibayarkan, dengan total tagihan Rp 10.800.000,-. “Seharusnya pembayaran sudah diterima saat pekerjaan selesai, namun kenyataannya sampai saat ini belum ada pembayaran yang dilakukan pihak yang memesan,” ungkapnya.
Menurutnya, mereka memesan sebanyak 24 pcs papan nama MCK untuk peresmian, totalnya Rp 10 juta lebih. Mereka berjanji akan segera membayarnya setelah selesai, tapi sampai saat ini belum ada pembayaran. “Kami mohon kepada pihak terkait, untuk membayar pesanan papan nama tersebut, jangan hanya janji-janji saja. Karena ini usaha kecil, jadi jangan menyusahkan kami,” tuturnya.
Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Keerom, Jufri Taweatubun SE MM mengatakan, sebagai OPD teknis yang bertanggungjawab atas kegiatan ini, ia mengakui adanya permasalahan tersebut.
“Memang benar ada permasalahan terkait pembayaran pekerjaan MCK Komunal, yang dilaksanakan oleh KSM di Keerom. Sebanyak 14 KSM di 14 kampung di Keerom, 4 kampung diantaranya sudah dibayarkan 100 persen, sekitar seminggu yang lalu. Sementara, 10 kampung lainnya baru dibayarkan 50 persen, termasuk hak-hak fasilitator selama 4 bulan juga belum dibayarkan,” jelasnya kepada wartawan, Jum’at (19/2/21).
Namun menurutnya, hal tersebut bukan kesengajaan dari pihaknya, tapi dari pihak keuangan Keerom (BPKAD) yang belum mencairkan. Sementara, menyangkut laporan selesainya pekerjaan dan syarat administrasi lainnya untuk pencairan, telah diserahkan ke pihak keuangan. Ia juga sudah bolak-balik menanyakannya ke bagian keuangan.
Ia menerangkan bahwa pekerjaan MCK Komunal di Keerom terdiri dari beberapa sumber dana yang kesemuanya dari DAK tahun 2020. Yaitu sebanyak 50 unit MCK bersumber dari DAK penugasan, 18 unit MCK bersumber DAK regular dan 19 MCK dari DAK Afirmasi.
Total keseluruhan sanitasi MCK yang dibangun sebanyak 87 unit, dengan total dana sebesar Rp 9.086.641.000,- dan baru cair dari Kasda sebanyak 50 persen. “Saat ini, kami masih mengusahakan agar segera dibayarkan oleh Kasda, agar KSM bisa tenang. Saya minta mereka bersabar, semoga segera bisa cair agar hak mereka bisa dibayarkan,” pungkasnya. (Panji)

