Magetan – Javanewsonline.co.id | Gelap menyelimuti sebuah kos di Jalan Gitadini, tepatnya di kawasan Sukowinangun, Magetan, ketika seorang pria, Markum Hadi Wibowo (46), ditemukan tak bernyawa pada Selasa (12/3) malam. Kepergian mendadak pria tersebut mengejutkan banyak pihak.
Menurut keterangan AKP Eka Wardani, Kapolsek Magetan, peristiwa tragis itu terjadi ketika seorang teman korban mencoba mengunjungi kos Markum sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, mereka terkejut melihat pintu kos terbuka dengan lampu dalam keadaan mati.
“Saksi berupaya memanggil korban, namun tidak ada jawaban. Ia pun masuk dan menyalakan lampu. Saat itulah, terlihat korban sudah tergeletak di depan kamar mandi dalam keadaan meninggal dunia,” jelas AKP Eka Wardani.
Tim gabungan dari SPKT Polres Magetan, Tim INAFIS Satreskrim Polres Magetan, dan tim medis dari Puskesmas Candirejo segera turun tangan untuk mengungkap kejadian ini. Dengan teliti, mereka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap korban.
Hasil dari olah TKP dan pemeriksaan medis mengungkap beberapa fakta penting:
- Korban ditemukan tergeletak di depan pintu kamar mandi di dalam kamar kos.
- Ada temuan obat-obatan penurun tensi di sekitar tempat kejadian.
- Terdapat lebam pada tubuh korban, dan diperkirakan waktu meninggal kurang dari 8 jam sebelum ditemukan.
- Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban atau indikasi tindak pidana lainnya.
- Korban diduga meninggal karena serangan jantung.
Petugas beraksi dengan cermat dalam mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian. Tim INAFIS melakukan pemeriksaan sidik jari dan dokumentasi TKP dengan seksama. Selanjutnya, tim medis melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan untuk dilakukan visum et repertum.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, korban meninggal dunia diduga karena serangan jantung,” demikian disampaikan oleh Kapolsek Magetan.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesehatan jantung dan juga kerap kali membuat kita mempertanyakan keseimbangan antara kesibukan hidup dan kesehatan diri. (Ren)

