Di tengah belantara rimba, di kaki Gunung Pulosari, terdapat sebuah makam kuno yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Makam tersebut adalah makam Syekh Mansyur, seorang ulama dan wali besar yang menyebarkan agama Islam di Banten Selatan.
Syekh Mansyur lahir pada tahun 1658 di Keraton Surosowan, Banten. Ia adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa, raja Banten ke-6. Sejak kecil, Syekh Mansyur sudah menunjukkan kecerdasan dan ketertarikannya pada agama. Ia berguru pada para ulama besar di Banten, seperti Syekh Abdul Muhyi Pamijahan dan Syekh Abdul Jabar Banten.
Setelah berguru selama bertahun-tahun, Syekh Mansyur menjadi seorang ulama yang alim dan berwibawa. Ia kemudian ditugaskan oleh ayahnya untuk menyebarkan agama Islam di Banten Selatan.
Syekh Mansyur memulai perjalanannya dari Banten. Ia menyusuri hutan belantara dan gunung-gunung, hingga akhirnya sampai di Banten Selatan. Di sana, ia berdakwah dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Ia mengajarkan ilmu agama Islam kepada penduduk setempat, dan juga membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Syekh Mansyur dikenal sebagai sosok yang ramah dan murah hati. Ia selalu membantu orang-orang yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang mereka. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki karomah atau kesaktian.
Suatu hari, Syekh Mansyur sedang berdakwah di sebuah desa. Di tengah dakwahnya, tiba-tiba datang seorang pemuda yang sedang membawa sebilah pedang. Pemuda itu hendak menyerang Syekh Mansyur karena tidak setuju dengan ajaran Islam.
Syekh Mansyur tidak melawan. Ia hanya tersenyum dan berkata, “Tenangkanlah hatimu, wahai pemuda. Aku tidak akan menyakitimu.”
Mendengar kata-kata Syekh Mansyur, pemuda itu pun tersadar dari kebingungannya. Ia kemudian meletakkan pedangnya dan meminta maaf kepada Syekh Mansyur.
Syekh Mansyur melanjutkan dakwahnya hingga akhir hayatnya. Ia wafat pada tahun 1687 di usia yang masih muda, 29 tahun.
Kisah Syekh Mansyur menjadi inspirasi bagi masyarakat Banten Selatan. Ia dikenal sebagai seorang ulama dan wali besar yang gigih menyebarkan agama Islam. Ia juga dikenal sebagai sosok yang ramah, murah hati, dan memiliki karomah.
Makam Syekh Mansyur terletak di Desa Cikadueun, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Makam tersebut selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah, terutama pada saat hari-hari besar Islam. (Man)

