Pangkep – Javanewsonline.co.id  |  Dalam sebuah penyelidikan bersama, LSM Lembaga Kontrol Independen Nasional (LKIN) Sulawesi Selatan dan LSM Perak DPP Sulawesi Selatan menyoroti proyek pekerjaan jalan beton yang tidak memiliki identitas di Kampung Belae, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Proyek tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya. Menariknya, proyek ini tidak dilengkapi dengan papan informasi, sehingga tidak diketahui dengan jelas siapa pelaksananya, kontraktor yang ditunjuk, nilai proyek, dan jangka waktu pelaksanaan. Keadaan ini membuat proyek tersebut dianggap sebagai proyek “siluman,” ungkap para aktivis LSM.

Muhammad Yusuf, Ketua LSM LKIN, dalam konferensi pers yang diadakan di salah satu warung kopi di Pangkajene, menyatakan bahwa proyek tersebut patut diduga sarat dengan indikasi tindak korupsi, yakni proyek titipan yang dikerjakan tanpa perhatian pada standar yang seharusnya. Yusuf menjelaskan bahwa dalam interaksi dengan masyarakat sekitar lokasi proyek, mereka mengungkapkan bahwa proyek ini tidak menggunakan struktur tulang (besi) seperti yang seharusnya diterapkan pada pekerjaan jalan beton.

Dengan temuan pelaksanaan pekerjaan yang dianggap asal-asalan tanpa diketahui identitas pelaksana, nilai pekerjaan, dan sumber anggaran yang digunakan (APBD atau APBN), Ketua LSM LKIN mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan dan memeriksa proyek ini sebelum tahap provisional handover (PHO) dilakukan.

Masih harus diungkap lebih lanjut apakah temuan ini akan membuka tabir praktik-praktik korupsi dan pelanggaran lainnya dalam pengelolaan proyek infrastruktur di Pangkep. Warga setempat dan pihak berwenang diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek yang dilaksanakan demi pembangunan yang berkelanjutan. (Jufri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.