Gowa – Javanewsonline.co.id | SD Inpres Sugitangnga di Desa Parakatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, menjadi sorotan karena belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten selama 5 tahun terakhir. Kondisi ruang kelas yang tidak layak pakai dan mengancam keselamatan siswa memicu keprihatinan, dengan harapan agar pemerintah segera turun ke lokasi untuk meninjau dan memberikan perhatian yang sesuai.

Kepala Sekolah, Syamsuddin, SPd, menyatakan bahwa sudah sering mengajukan proposal untuk perbaikan ruang kelas, palpon, dan pagar sekolah, namun hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah kabupaten. “Kami sudah berusaha mengusulkan tetapi belum juga ada respon,” ujar Syamsuddin.
Tidak hanya pihak sekolah, tetapi orang tua siswa juga sangat berharap agar bangunan sekolah tersebut direhabilitasi segera. Kondisi bangunan yang membahayakan dan keluhan yang terus diterima pihak sekolah membuat orang tua siswa merasa tidak nyaman. Mereka telah berulang kali mengusulkan, namun belum mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah.
“Kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus terhadap sarana dan prasarana pendidikan di SD Inpres Sugitangnga. Sekolah-sekolah inpres di Gowa seharusnya mendapatkan perhatian pembangunan yang merata,” ungkap salah seorang orang tua siswa.
Kerusakan pada bangunan kelas, seperti dinding, atap, pagar, dan ruangan kelas dari kelas 1 hingga kelas 3, sudah sangat parah. Beberapa kelas bahkan mengalami kerusakan hingga roboh, dengan kondisi retak dan plafon terkelupas akibat usia bangunan yang sudah tua. Meskipun dalam kondisi yang sulit, proses belajar mengajar bagi 82 siswa di sekolah tersebut tetap berlangsung.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan ini, Dinas Pendidikan dan pemerintah kabupaten diharapkan untuk segera mengambil tindakan nyata. Perbaikan dan pembangunan sarana pendidikan di SD Inpres Sugitangnga menjadi tuntutan mendesak demi keamanan dan kenyamanan siswa serta kelangsungan pendidikan di daerah tersebut. (Syarifuddin)

