Bangkalan – Javanewsonline.co.id | Puluhan siswa TK Raden Pratanu Arosbaya mengikuti pembelajaran berbasis alam dengan mengunjungi Saung Mangrove Desa Tengket, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tema pembelajaran tentang tanaman dengan subtema menanam mangrove.
Sebanyak 53 siswa bersama orang tua dan guru pendamping turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Rombongan berasal dari Dusun Banyu Ayu, Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Kepala TK Raden Pratanu Arosbaya, Hj Sofiyatun Romli, mengatakan kegiatan belajar di luar kelas ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.
“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan ekosistem mangrove. Dengan belajar langsung di lapangan, anak-anak dapat memahami proses pembibitan mangrove dan pentingnya peran mereka dalam menjaga lingkungan,” ujar Sofiyatun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama dan permainan outbond untuk membangun semangat dan kekompakan siswa. Selanjutnya, anak-anak dikenalkan pada proses pembibitan mangrove, mulai dari pemilihan bibit hingga cara penanaman yang benar.
Pengelola Saung Mangrove Desa Tengket, Bilal Kurniawan, berharap kegiatan edukatif tersebut dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan pada generasi muda sejak usia dini. Ia menilai pembelajaran langsung di alam menjadi metode efektif untuk memperkenalkan pentingnya menjaga kawasan pesisir.
Para wali murid yang mendampingi anak-anaknya pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka berharap program serupa dapat diagendakan kembali karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak sangat antusias dan belajar banyak tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar salah seorang wali murid. (Wahid)

