SEKAYU — Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Tahun 2026 sekaligus Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual dari Ruang Rapat Korpri Pemkab Muba, Senin (20/7/2026).

Rakor yang dipimpin jajaran Kementerian Dalam Negeri tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Muba Adi Manopo bersama perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Muba.
Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok di wilayah masing-masing. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar potensi inflasi dapat diredam sejak dini.

“Daerah yang mengalami kenaikan harga harus fokus mencari solusi konkret dan tidak menunda penanganan. Koordinasi lintas sektor harus berjalan optimal agar inflasi tetap terkendali,” tegas Tomsi secara virtual.
Selain isu inflasi, Tomsi juga menyoroti realisasi Program 3 Juta Rumah di daerah yang dinilai masih di bawah target atau under-kuota, khususnya pada alokasi bantuan bedah rumah. Ia meminta pemerintah daerah aktif berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memvalidasi data penerima manfaat.
“Segera kirimkan data tambahan dengan melibatkan BPS, khususnya data masyarakat desil 1 dan desil 2. Langkah ini penting agar bantuan rumah tidak layak huni benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.
Menanggapi arahan pusat, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H., melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Akhmad Toyibir menyampaikan gambaran dinamika ekonomi daerah terkini. Toyibir mengungkapkan bahwa pada pekan ketiga Juli 2026, Kabupaten Muba justru mencatatkan kondisi deflasi.
“Deflasi ini dipicu oleh penurunan daya beli masyarakat serta pergeseran pola belanja konsumen ke luar daerah. Penurunan harga memang tampak menguntungkan konsumen dalam jangka pendek, namun jika berlangsung terus-menerus dapat mencerminkan penurunan aktivitas ekonomi dan bisnis secara umum,” dipaparkan Toyibir.
Mengenai program bedah rumah, Pemkab Muba berkomitmen melakukan pengawalan dan mitigasi secara intensif. Data calon penerima akan segera diselaraskan dan diverifikasi agar target yang ditetapkan pemerintah pusat dapat tercapai tepat sasaran di wilayah Musi Banyuasin. (Heryawan)

