Sentani – Javanewsonline.co.id | Sebanyak 14 Anggota DPR Papua dari kursi pengangkatan Jalur Otsus, bersama tiga Anggota DPRP Perganti Antar Waktu (PAW) mengikuti Pembekalan atau bimbingan teknik pada sisa masa jabatan 2019-2024, yang dibuka oleh Ketua DPRP Jhony Banua Rouw, Jumat (23/4/2021), bertempat di Suni Garden Lake Hotel & Resto, Kota Sentani Kabupaten Jayapura Papua.
Pembekalan atau Orientasi Anggota DPR Papua Pengangkatan Jalur Otsus dan PAW ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan menghadirkan penyaji materi dari Drijen Otonomi Daerah, Bapedda Provinsi Papua dan BPK RI Perwakilan Papua.
Kegiatan ini bertujuan agar setiap Anggota DPR Papua sebelum melaksanakan tugas harus mendapatkan peningkatan kapasitas, guna memahami Tupoksi Dewan agar bisa melaksanakan tugas-tugasnya nanti, seperti tugas budgeting atau anggaran, tugas legislasi atau pembentukan peraturan dan juga tugas pengawasan.
Ketua DPRP Jhony Banua Rouw mengungkapkan, bahwa ketiga hal tersebut penting dan harus dipahami oleh Anggota DPRP yang baru saja dilantik, terutama dalam fungsi Budgeting.
“Dibutuhkan Perancangan yang matang untuk diputuskan dan selanjutnya kita harus mengawasi berjalannya APBD di Papua, termasuk Perda dan Perdasus yang kita sahkan, apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak,” ungkap Jhony.
Dirinya menambahkan, hingga saat ini banyak Perdasi dan Perdasus yang sudah disahkan, hampir tiap tahun tapi tidak dilaksanakan, ini juga diharapkan menjadi perhatian serius para Anggota DPRP yang baru saja dilantik, bersama Anggota lainnya yang sudah ada.
“Kita akan memulai dengan melihat sudah berapa banyak turunan dari Undang Undang Otsus, Perdasi dan Persdasus, sudah berapa jumlahnya yang harus diselesaikan dalam satu rangkuman oleh DPR Papua,” tegas politisi senior asal Partai Nasdem Papua ini.
Jhony Banua Rouw memaparkan bahwa di dalam UU Otsus itu amanat, apa yang menjadi tanggung jawab Peraturan Pemerintah (PP) dan Perdasi, Perdasus ini semua akan diinventarisir dan akan dilihat dari sekian banyak, berapa yang sudah dibuat dan berapa banyak yang sudah dijalankan.
“Apakah ini disahkan lalu disimpan saja, kan tidak demikian. Ini tugas kita bersama, agar bisa diawasi untuk dijalankan hingga ke Kabupaten Kota di Provinsi Papua ini,” harap legislator yang akrab disapa JBR ini.
Sementara itu, Yonas Alfon Nusi selaku Juru bicara Fraksi 14 Kursi DPR Papua Jalur Otsus, kepada media di sela kegiatan
mengatakan, pembekalan ini sangat bermanfaat bagi kerja mereka kedepan, agar bisa bersama-sama dengan eksekutif bersinergi dalam membangun Papua, serta melakukan pengawasan yang terarah kepada pengunaan Anggaran APBD di Papua.
“Kami juga mengambil keputusan agar tidak keluar daerah, mengingat situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, untuk itu kami minta agar para pemateri yang mengunjungi kami ke Papua, tidak mengeluarkan anggaran yang cukup banyak,” ungkap Yonas Alfon Nusi Anggota Komisi I DPR Papua Jalur Otsus 14 Kursi ini. (RZR)

