Karya Tulis : Erizal
“Sejak 18 Agustus 1945, pemilihan umum di Indonesia telah melewati perjalanan panjang, dari era Soekarno-Hatta hingga reformasi, terus mengalami evolusi menuju pemilu yang aman dan kondusif”
Sejarah pertama kali Pemilihan umum di Negara Indonesia semenjak terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta pada tanggal 18 Agustus 1945 melalui Penetapan Panitia Penyelenggaraan Kemerdekaan Indonesia.
Setelah 10 tahun Indonesia merdeka, dengan melalui maklumat X pada tanggal 29 September 1955 pertama kali Pemilihan Umum dalam memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Perwakilan Rakyat.

Dengan perkembangan zaman sampai saat sekarang ini di era reformasi, Peraturan Perundang-undangan Pemilihan Umum terus di sempurnakan demi tercapainya Pemilihan Umum yang aman damai dan Kondusif di tengah-tengah lapisan masyarakat.
Dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum yang akan berlangsung serentak secara Nasional, tahapan-tahapan telah dimulai sesuai dengan aturan yang telah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2024.

Pergantian kepala daerah, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, legislatif, hingga ke presiden, merupakan momen di mana rakyat secara langsung menentukan perwakilan mereka melalui Pemilihan Umum, sebuah bentuk demokrasi. Demokrasi memberikan kekuasaan tertinggi kepada masyarakat, di mana pemerintahan diatur oleh keputusan bersama rakyat.
Pengamanan Pemilihan Umum tidak terlepas dari seluruh stakeholder meliputi untuk Vertikan, Horizontal, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dalam menjaga Netralitas berjalan nya sampai Pencoblosan berlangsung.

Cik Edy, atau Edy Hanafi, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, memberikan pandangannya mengenai Pemilihan Umum, dari pemilihan calon anggota DPRD, DPRD Provinsi Riau, DPR RI, Kepala Daerah, hingga Pemilihan Kepala Negara Presiden dan Wakil Presiden.
Pentingnya pengawasan oleh Badan Pengawasan Pemilihan Umum (BAWASLU), serta peran TNI-POLRI, adalah kunci dalam mewujudkan Pemilu yang damai, kondusif, dan berkeadilan. Cik Edy berharap agar pemilihan kali ini dapat berjalan lancar tanpa kendala, menciptakan pemilihan yang berintegritas, damai, dan harmonis.
Kapolsubsektor Pelalawan,Iptu Legito, yang akrab disapa Mas Gitok, menekankan perlunya pengawasan dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, dan partai politik untuk menjaga agar pesta demokrasi berjalan aman dan kondusif. Dengan berbagai upaya, personel Polsubsektor Pelalawan berperan aktif menjaga kamtibmas sejak tahapan awal hingga saat ini.
Mas Gitok terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan pelayanan yang harmonis, dan berkomitmen untuk menciptakan Pemilihan Umum yang damai dan kondusif. Pihaknya percaya bahwa dengan partisipasi semua pihak, Pemilu yang berkeadilan dapat tercapai.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pelalawan, Andrizal SSos, menekankan pentingnya kerja sama antara Bawaslu, Panwascam se-Kabupaten Pelalawan, TNI-POLRI, dan seluruh stakeholder terkait dalam mengawasi pemilu. Bersama-sama, mereka berupaya mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan kondusif.
Dalam pengelolaan hak pilih di Tempat Pemilihan Sementara (TPS), Bawaslu dan Panwascam terus memberikan informasi terbaru dan menanggulangi permasalahan yang mungkin timbul. Partisipasi dan pengawasan bersama masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan pemilihan yang berintegritas dan berkeadilan di Pelalawan.
Sehingga untuk mengantisipasi permasalahan isu-isu politik di mata masyarakat, perlu kewaspadaan dalam menjalani proses-proses sampai pada hari pencoblosan dan Bawaslu, Panwascam se-Kabupaten Pelalawan, bersama stakeholder terkait tidak tinggal diam dan mengambil langkah-langkah persuasive demi terwujud nya Pemilihan Umum yang berintegritas dan berkeadilan pada seluruh warga Kabupaten Pelalawan.
“Ini menjadi tugas pokok penting bagi Bawaslu dan Panwascam se Kabupaten Pelalawan, untuk dapat menyelesaikan masalah pemilu setiap tahapan, maka diperlukan pengawalan bersama masyarakat dalam mengawasi Pemilihan umum berintegritas dan berkeadilan untuk mewujudkan pemilu aman dan kondusif,” terangnya.
Di tempat terpisah, di sela-sela kesibukan, Kapolres Pelalawan AKBP Suwinto SH SIK mengatakan, bahwa masa tenang berlangsung sampai tanggal 28 November 2023. Pemilihan Umum untuk tahun 2024 mendatang diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalisir isu-isu politik, agar tidak menimbulkan konflik di tengah-tengah lapisan masyarakat.
Apa lagi di Era Digitalisasi zaman moderen sangat pesat Isu politik yang beredar tanpa ada kejelasan dari sumber yang pasti atau yang kita sebut HOAX dan lain sebagainya dan tentunya POLRI menjadi perhatian serius dalam menciptakan Situasi Kamtibmas di tengah-tengah lapisan masyarakat khususnya Kepolisian Resort Pelalawan.
Dalam mengantisipasi tersebut, POLRI mempunyai terobosan Inovasi mesin pendingin atau di sebut dengan Cooling System yang dapat nantinya di implementasi kepada seluruh personil POLRI dimana bertugas khususnya Polres Pelalawan mengadakan Subuh Harmoni, Jumat Curhat, Minggu Harmoni dan Minggu Curhat.
Subuh Harmoni dan Jumat Curhat diterapkan kepada seluruh jajaran Polri, khususnya personil di wilayah hukum Polres Pelalawan, untuk melaksanakan shalat subuh bersama masyarakat, ramah-tamah, menyampaikan pengumuman maupun himbauan, sehingga masyarakat tahu berapa pentingnya menjaga situasi kamthibmas pada masa tahapan Pemilihan Umum.
Dalam pandangan Kapolres Pelalawan, AKBP Suwinto SH SIK, menjelang pemilihan, isu-isu politik dapat diatasi dan diantisipasi melalui program-program seperti Jumat Harmoni, Jumat Curhat, Subuh Harmoni, dan kegiatan Polisi RW yang bersinergi dengan Babinsa. Program-program ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, menciptakan keharmonisan, memberikan edukasi, dan menjaga situasi kamtibmas yang aman.
Pemilihan Legislatif, Kepala Daerah, hingga Pemilihan Presiden di tahun 2024 mendatang diharapkan dapat berjalan tanpa konflik atau isu yang tidak benar. Kapolres Suwito menekankan pentingnya menjaga netralitas, memberikan pelayanan yang harmonis, dan menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Melalui kegiatan Subuh Harmoni dan Jumat Curhat, Polri diharapkan dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, menampung keluhan, dan memberikan edukasi. Polisi RW, sebagai ujung tombak Polri di tingkat Rukun Warga, juga bertujuan menjaga netralitas dan menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif sebelum dan setelah pemilihan.
Seluruh upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian, Bawaslu, Panwascam, dan seluruh stakeholder terkait memiliki tujuan yang sama: menciptakan Pemilihan Umum yang berintegritas, berkeadilan, aman, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan.
Harapannya, pesta demokrasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyelenggarakan pemilu yang bermartabat dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang sejati. Semoga, pemilu di Pelalawan berlangsung damai dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

