Takalar – Javanewsonline.co.id | Salma Daeng Sunggu adalah warga Desa Karaeng Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar. selama ini ia belum pernah mendapat program bantuan abrasi pemecah ombak. Desa Karaeng merupakan pemekaran dari Desa Bontokanan.

Di desa tersebut, masih ada 14 rumah lagi yang belum mendapat bantuan abrasi pemecah ombak. Padahal, ke 14 rumah tersebut dekat dari bibir pantai. Seharusnya 14 rumah itulah yang di bantu oleh pemerintah, melalui program bantuan abrasi pemecah ombak.

Diketahui, warga di pesisir pantai di Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar kondisi tempat tinggalnya semakin parah, sebab tanggul penahan ombak yang dibangun di lokasi tersebut, tidak sampai ke rumah warga dan jaraknya pun kurang lebih sekira 100 meter dari bibir pantai.

Menurut Salma Daeng Sunggu, yang paling parah, ada sejumlah rumah di Dusun Saro Desa Kanagen, yakni pemekaran dari Desa Bontokanan, karena tidak ada penahan ombak di lokasi tersebut, menyebabkan terjadinya abrasi, sehingga rumah warga semakin dekat dengan pantai.

“Sampai saat ini, masih ada warga yang bertahan di dekat pantai, di karenakan belum mendapat program bantuan abrasi pemecah ombak,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Takalar dan pemerintah desa, mau memperhatikan warganya yang belum mendapat program bantuan pemecah ombak.

“Akhir-akhir ini warga mengeluh karena ombak semakin dekat dari rumahnya, karena masih ada beberapa rumah yang belum dapat bantuan abrasi pemecah ombak,” pungkasnya. (Syarifuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.