Penulis : Aini Hayaturrohmah, S. Pd
(Guru Seni Budaya SMPN 2 Pabuaran Kabupaten Serang)

Tantangan pendidik pasca pandemi menjadi lebih berat, pendidik diharapkan mampu membangun kembali minat dan motivasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Faktor yang mempengaruhi menurunnya minat dan motivasi belajar peserta didik adalah kebiasaan belajar di masa-masa pandemi yang masih seringkali terbawa. Hal ini terlihat dari rendahnya konsentrasi peserta didik saat belajar, kesulitan peserta didik dalam mengatur waktu, kurangnya minat untuk berliterasi. Selain itu, faktor lain juga dapat berasal dari pendidik sendiri. Yang berkaitan dengan pola mengajar pendidik yang masih menerapkan metode pembelajaran konvensional yaitu metode ceramah.
Untuk memulihkan kebiasaan belajar pasca pandemi, pendidik perlu untuk menciptakan semangat peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya dan solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat dan motivasi peserta didik adalah dengan menerapkan model, metode dan media pembelajaran inovatif yang dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik. Yaitu dengan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning melalui metode pembelajaran Teams Games Tournament dengan penerapan media permainan ular tangga.

Langkah-langkah dan metode dalam permainan ular tangga adalah sebagai berikut :
a). Peserta didik dibagi kedalam beberapa kelompok secara heterogen.
b). Peserta didik diberikan LKPD untuk bereksplorasi mengembangkan peta konsep yang telah disediakan guru dengan memanfaatkan berbagai bahan literasi untuk mengisi LKPD yang telah disiapkan. LPKD ini sebagai bekal catatan untuk memainkan permainan ular tangga.
c). Peserta didik diminta untuk membuat urutan peserta didik pertama sampai ke lima untuk memainkan ular tangga.
d). Pendidik mempersiapkan dua jenis kartu, yaitu kartu soal dan kartu jawaban..

e). Peserta didik sesuai urutannya memutar dadu yang telah disediakan. Kemudian pendidik membacakan soal berdasarkan kartu soal yang tersedia. Peserta didik baru boleh maju sesuai angka dadu jika dapat menjawab pertanyaan yang tepat sesuai dengan kartu jawaban dalam waktu yang telah ditentukan. Jika menjawab salah, peserta didik mundur sesuai dengan angka dadu. Jika bidak memasuki symbol bintang, maka peserta didik boleh maju sebanyak tiga langkah, jika bidak memasuki kepala ular maka bidak turun sampai ke ekor ular, begitu juga jika bidak memasuki kotak yang bersimbol tangga maka bidak peserta didik naik mengikuti ujung tangga. Ketika ular tangga dimainkan, peserta didik diperbolehkan membuka LKPD yang telah diisi
f). Peserta didik secara bergantian menuliskan pertanyaan dan jawaban yang didapatkan pada LKPD yang telah disiapkan.
g). Peserta didik dalam pengawasan dan pembimbingan guru dalam melakukan kegiataan permainan.
h). Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi berdasarkan soal yang didapat pada permainan ular tangga. Peserta didik bersama guru menganalisis dan mengevaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang dipresentasikan setiap kelompok maupun terhadap seluruh aktivitas pembelajaran yang dilakukan Selanjutnya guru memberikan evaluasi hasil metode pembelajaran menggunakan permainan ular tangga.
i). Peserta didik diberikan penguatan (mengasosiasi) terkait penguasaan pengetahuan atau konsep dan materi pembelajaran
j). Peserta didik diberikan umpan balik berupa reward.
Berdasarkan Penerapan Teams Games Tournament melalui permainan ular tangga sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar diperoleh kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
Kelebihan dari media permainan ular tangga
- Mampu menciptakan susana belajar aktif dan menyenangkan
- Semangat belajar peserta didik khususnya dalam pelajaran seni budaya meningkat.
- Materi pelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa
- Suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran
- Kerjasama antar sesama peserta didik terwujud dengn dinamis
- Peserta didik aktif berliterasi ketika proses belajar mengajar
- Peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil soal dan jawaban yang didapatkan melalui permainan.
- Memacu peserta didik untuk membangkitkan semangat, fokus dan menumbuhkan sikap berkompetisi dalam proses pembelajaran.
- Permainan ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah rendahnya partisipasi Peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
Kekurangan dari media permainan ular tangga
- Diperlukan bimbingan dari guru untuk melalukan kegiatan
- Guru perlu cermat dalam pengelolaan alokasi waktu jangan sampai siswa terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran.
- Guru perlu persiapan bahan dan alat yang memadai
- Memerlukan alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar-mengajar yang efektif
- Guru perlu cermat dalam pengelolaan kelas.
- Beberapa Peserta didik dari kelas lainnya ikut menyimak dan memantau proses belajar mengajar melalui jendela dan pintu sehingga fokus peserta didik sedikit terganggu.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga memacu membangkitkan semangat, fokus dan menumbuhkan sikap berkompetisi dalam proses pembelajaran. Permainan ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah rendahnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.

