Udara dingin Lembah Tidar menyelimuti Akademi Militer Magelang saat Gubernur Banten, Andra Soni, memulai harinya lebih awal dari biasanya

Udara dingin Lembah Tidar menyelinap hingga ke dalam tenda. Kabut masih menyelimuti Akademi Militer (Akmil) Magelang ketika Gubernur Banten, Andra Soni, terbangun lebih awal dari biasanya. Jam masih menunjukkan pukul 04.00 WIB, tetapi rutinitas ketat dalam retret kepemimpinan ini tak memberikan ruang untuk bermalas-malasan. Sejenak ia menarik napas dalam-dalam, merasakan kesejukan yang menggigit, sebelum bergegas menuju tempat wudu.

“Bangun subuh, sholat, lalu apel pagi,” kenang Andra, menceritakan bagaimana kesehariannya di Akmil Magelang selama tiga hari. Setelah apel, mereka menikmati sarapan singkat sebelum masuk ke kelas. Pelajaran berakhir larut malam, sekitar pukul 21.30 hingga 22.00 WIB. Begitu jam tidur tiba, Andra tak lagi sempat begadang seperti biasanya. Udara dingin dan kelelahan setelah seharian beraktivitas membuatnya langsung terlelap.

Tak hanya jadwal padat yang harus dijalani, pengalaman berbagi tenda juga menjadi cerita tersendiri. Andra berbagi tenda dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal. “Jadi satu tenda kami berdua,” ujarnya singkat, menggambarkan bagaimana mereka berbagi ruang istirahat di tengah kerasnya pelatihan.

Namun, lebih dari sekadar kedisiplinan, Andra menemukan pengalaman yang lebih bermakna selama retret ini. Bertemu dengan seluruh kepala daerah se-Indonesia, terutama yang berasal dari Provinsi Banten, memberikan kesempatan untuk membangun ikatan emosional yang lebih erat. “Saya punya pengalaman baru, bisa berinteraksi dengan kepala daerah lain. Bonding dengan mereka,” katanya.

Lebih jauh, retret ini menjadi ruang berbagi yang produktif. Diskusi seputar isu strategis di masing-masing daerah kerap mengisi waktu di sela-sela kelas. Dari tantangan pembangunan, kebijakan daerah, hingga peluang investasi, semua menjadi bahan pembicaraan yang memperkaya wawasan.

Tak hanya berdiskusi dengan sesama kepala daerah, mereka juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan para pemateri dari kalangan menteri hingga ahli di berbagai bidang. “Pematerinya luar biasa, mulai dari menteri hingga para ahli. Jadi kami bisa berdiskusi langsung,” ujar Andra.

Kini, setelah tiga hari yang intens di Akmil Magelang, Andra Soni membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Ia membawa semangat baru, jaringan yang lebih luas, serta pemahaman yang lebih dalam tentang kepemimpinan. Retret ini bukan sekadar pelatihan, tetapi perjalanan yang memperkuat komitmennya dalam memimpin Banten ke arah yang lebih baik. (adpim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.