Tanjabbar – Javanewsonline.co.id | Pekerjaan rehab berat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 153/V Purwodadi, yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi dan baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2021, kini menuai masalah.

Pasalnya, siswa-siswi di sekolah tersebut, sebelum kegiatan proses belajar mengajar dimulai, harus melakukan penyiraman lantai, guna mengurangi debu yang berterbangan, hal ini disebabkan oleh lantai sekolah yang sudah hancur.

Dari keterangan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 153 Bambang  mengatakan, bahwa RKB yang diterimanya dalam bentuk rehab, dengan merobohkan bangunan lalu dibangun dengan bangunan baru dan dikerjakan oleh seorang pemborong berinisial D beralamat di Teluk Nilau.

Selaku Kepala Sekolah, Bambang mempertanyakan terkait pekerjaan rehab berat di sekolah yang dipimpinnya. Sebab dari keseluruhan kelas yang di rehab, lantainya sudah hancur disana-sini. “Apakah dalam besteknya lantai di keramik atau hanya sekedar di aci saja,” ucapnya.

Setelah ditelusuri, ternyata dari hasil pencarian data melalui LPSE tahun 2021, tidak ditemukan adanya pekerjaan rehab berat untuk SDN 153 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, yang ada hanya pembangunan ruang laboratorium Komputer.

Ia berharap pihak dinas lebih selektif dalam hal memberikan kepercayaan pekerjaan kepada kontraktor yang diduga hanya mementingkan keuntungan besar, tanpa mempertimbangkan mutu yang dihasilkannya. Saat awak media melakukan konfirmasi melalui telepon seluler ke Jainol selaku Sekretaris Dinas Pendidikan, ia menyampaikan  bahwa anggaran dari pekerjaan tersebut terlalu kecil. “Kemungkinan pada APBD-P nanti, akan kita usulkan untuk pemasangan keramik,” ujarnya. (Adi) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.