Oleh Muhammad Rusli DR
Pembangunan Belum Merata, Kesenjangan Sosial Masih Tinggi
Memasuki usia ke-66 tahun, Kabupaten Takalar patut bersyukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih sejak berdiri pada 10 Februari 1960.
Beragam infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi daerah menunjukkan adanya upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan. Namun, refleksi jujur perlu dihadirkan di momentum hari jadi ini: pembangunan di Takalar belum sepenuhnya merata dan kesenjangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Di satu sisi, kawasan tertentu terutama yang dekat dengan pusat pemerintahan dan jalur strategis terlihat mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Jalan, fasilitas publik, hingga akses layanan pemerintahan relatif lebih baik. Namun di sisi lain, masih banyak wilayah pinggiran dan perdesaan yang belum merasakan dampak pembangunan secara adil. Infrastruktur lingkungan, akses ekonomi, serta kualitas layanan dasar masih tertinggal dibandingkan wilayah lainnya.
Kesenjangan ini bukan semata persoalan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Perbedaan pendapatan, kesempatan kerja, serta akses pendidikan dan kesehatan masih terasa tajam. Masyarakat di sektor pertanian, nelayan, dan pekerja informal
yang sejatinya menjadi tulang punggung daerah sering kali belum memperoleh perhatian yang proporsional dalam kebijakan pembangunan.
Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Takalar seharusnya menjadi ruang evaluasi, bukan sekadar perayaan seremonial. Pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas utama, dengan pendekatan yang lebih berpihak kepada wilayah dan kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal. Perencanaan pembangunan perlu berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan semata pada kepentingan jangka pendek atau proyek-proyek simbolik.
Takalar memiliki potensi besar di sektor pertanian, kelautan, dan sumber daya manusia. Potensi ini hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila dikelola dengan kebijakan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Pembangunan yang merata bukan hanya tentang membangun jalan dan gedung, tetapi juga tentang membangun harapan dan keadilan sosial.
Di usia ke-66 ini, harapan masyarakat Takalar sederhana namun mendasar: pembangunan yang dirasakan oleh semua, bukan hanya oleh sebagian. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Takalar yang maju, adil, dan sejahtera bukanlah sekadar slogan, melainkan tujuan yang bisa diwujudkan.

