Banten – Javanewsonline.co.id | Pembangunan Aero Villa di Tanjung Lesung, yang merupakan bagian dari kawasan Aero Cluster, tampaknya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, meskipun proyek utama terkait dengan pembangunan airstrip atau bandara Salakanegara telah selesai diaspal ulang pada 2023 dan berhasil mendapatkan kode ICAO WIHI.

Bandara ini, dengan panjang landas pacu 600 meter, telah beroperasi lebih dari 20 tahun di bawah pengelolaan PT. Banten West Java (BWJ), pemilik kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
Proyek Aero Villa ini sebelumnya disepakati dalam pertemuan pada tahun 2000 antara pimpinan BWJ dan Presiden Indonesia Flying Club (IFC), yang berencana mengembangkan penerbangan wisata dari Pondok Cabe menuju Tanjung Lesung.
Selain untuk melatih kemampuan navigasi bagi penerbang, proyek ini bertujuan merangsang sektor pariwisata dan mendukung pembangunan rumah hangar bagi para pemilik pesawat di Aero Cluster.
Namun, meski potensi pariwisata dan olahraga dirgantara yang menjanjikan, kendala muncul terkait dengan biaya tinggi yang diperlukan untuk giat terbang. Menggunakan pesawat Cessna 172, biaya per terbang sekali jalan mencapai sekitar 15 juta rupiah, yang mencakup bahan bakar, perawatan pesawat, asuransi, dan biaya operasional lainnya.
Faktor biaya inilah yang menjadi tantangan utama, terutama bagi anggota IFC yang mengelola kegiatan penerbangan secara nirlaba.
Keinginan untuk memiliki rumah hangar di Aero Villa yang terintegrasi dengan fasilitas bandara untuk para pemilik pesawat sebagai tempat beristirahat semakin terganjal dengan harga jual yang relatif mahal.
Hal ini menyulitkan perkembangan proyek, terutama bagi non-aviator yang mungkin tidak begitu tertarik pada konsep hunian khusus penerbangan.
Walau demikian, pengembangan proyek ini terus berjalan. IFC bersama tim arsitek yang dipimpin oleh Ir. Hanny Prihandoko sedang berupaya keras untuk mewujudkan impian memiliki rumah hangar di Aero Villa sebagai hunian sekaligus tempat beristirahat bagi penggiat olahraga dirgantara.
Bagi mereka yang tertarik pada kawasan KEK Tanjung Lesung, yang menawarkan suasana pantai yang tenang dan asri, serta berbagai insentif perpajakan menarik, memiliki properti di daerah ini tetap menjadi pilihan investasi yang menggiurkan. (*)

