Tangerang – Javanewsonline.co.id | Keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan aset terbesar yang dimiliki Provinsi Banten. Namun, agar keberagaman tersebut tetap menjadi motor penggerak kemajuan dan bukan pemicu perpecahan, pengelolaan yang bijaksana dan kewaspadaan dini mutlak diperlukan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten sukses menyelenggarakan kegiatan Dialog Publik Kewaspadaan Daerah Menuju Masyarakat Aman, Damai, dan Toleran. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Yayasan Sahabat Keluarga Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (2/6/2026).
Langkah strategis ini sengaja diinisiasi oleh Kesbangpol Provinsi Banten untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta memperkokoh nilai-nilai toleransi di tengah kemajemukan warga Banten, khususnya menjelang dinamika sosial yang terus berkembang.

Kolaborasi Hadapi Tantangan Digital dan Konflik Sosial
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa kewaspadaan daerah bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Ia menggarisbawahi bahwa seluruh elemen masyarakat harus mampu mengantisipasi, mendeteksi secara dini, dan mencegah berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, serta gangguan (ATHG) yang dapat merusak kondusifitas wilayah.

“Perkembangan era digital saat ini membawa tantangan baru yang semakin kompleks. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, hingga potensi konflik sosial di dunia maya maupun nyata memerlukan perhatian serius dan penanganan cepat dari kita semua,” ujar Novriyadi.
Lebih lanjut, Novriyadi menjelaskan bahwa Banten memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi daerah yang harmonis dan kuat berkat keberagamannya. Melalui dialog publik ini, Kesbangpol berkomitmen menyediakan wadah strategis untuk membangun kesadaran bersama, meningkatkan partisipasi aktif warga, serta mempererat komunikasi antar-elemen masyarakat.

“Kita ingin menumbuhkan semangat toleransi yang murni dan persatuan yang kokoh, sehingga perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan pemersatu untuk Banten,” tambahnya.
Sinergi Bersama Legislatif demi Banten yang Maju
Demi membedah solusi dan langkah konkret di lapangan, dialog publik ini turut menghadirkan narasumber dari jajaran legislatif, yaitu Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, Drs. H. Muhammad Faizal, SH., MH., serta Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Fikri Faiz Muhammad.
Kehadiran para wakil rakyat ini memberikan sudut pandang penguatan regulasi dan pentingnya serapan aspirasi warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Kolaborasi yang apik antara pihak eksekutif, legislatif, dan tokoh masyarakat yang hadir diharapkan mampu menciptakan sistem deteksi dini yang berbasis pada kearifan lokal.
Melalui ruang diskusi yang interaktif ini, Kesbangpol Provinsi Banten berharap semangat persatuan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai antarsesama warga kian mengakar kuat. Dengan modal masyarakat yang aman, damai, dan toleran, cita-cita besar untuk mewujudkan Banten yang maju, adil, dan sejahtera dapat diakselerasi bersama. (Adv)

