Pandeglang – Javanewsonline.co.id | Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang digulirkan pemerintah pusat untuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), mendapat apresiasi dari warga yang mendapatkan bantuan tersebut. Seperti yang di ungkapkan oleh Suwardi (36), warga Kampung Tapen Cadasari RT 02/03 Kecamatan Cadasari Kabupaten Pandeglang.

“Saya merasa sangat terbantu dengan program BSPS ini, karena dengan bantuan ini saya bisa memperbaiki kondisi rumah saya menjadi lebih layak huni. Maka dari itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Cadasari beserta staff dan Jajarannya, serta semua pihak yang telah memperjuangkan masyarakat berpenghasilan rendah seperti saya, semoga kedepan pemerintah lebih banyak memberikan program-program yang membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cadasari Heru Chaerul Haqie SE mengatakan, Pemerintah Desa Cadasari akan terus berusaha memperjuangkan hak hak masyarakat, serta terus berupaya menaikan taraf hidupnya, dengan cara membantu mendapatkan program dari pemerintah yang pro rakyat.

“Untuk program BSPS tahun 2023 ini, kami mengusulkan 43 KK yang masuk kedalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), tetapi hanya 20 KK yang mendapatkan program bantuan tersebut, sisanya tetap akan kami perjuangkan supaya masyarakat yang termasuk ke dalam DTKS di Desa Cadasari terangkat taraf hidup dan kesejahteraannya,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Tenaga Fasilitator Program BSPS Kabupaten Pandeglang Omah Nurhamima ST mengatakan, program BSPS di fokuskan kepada renovasi rumah tidak layak huni dan besaran nilai bantuannya sudah di tentukan oleh pemerintah.
“Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Perkim telah meluncurkan program BSPS kepada 70 KK di seluruh Kabupaten Pandeglang, dengan rincian Desa Cadasari Kecamatan Cadasari 20 KK, Desa Montor Kecamatan Pagelaran 10 KK, Desa Tegal Kecamatan Cikedal 10 KK, Desa Cening Kecamatan Cikedal 15 KK, Desa Karya Utama Kecamatan Cikedal 15 KK,” paparnya.
Menurutnya, masing-masing penerima bantuan mendapat total bantuan sebesar Rp 20 juta, dengan rincian Rp 17,5 juta untuk membeli material dan bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk ongkos petukang.
Tujuan bantuan ini, sambungnya, untuk membangun rumah yang layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang didukung dengan sarana dan prasarana, serta utilitas umum, sehingga menjadi perumahan yang sehat, aman, serasi dan teratur, serta berkelanjutan. (Bayu)
